Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 16:23 WIB

Fenomena Persepsi Waktu: Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Seiring Usia?

Author

Fenomena Persepsi Waktu: Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Seiring Usia?

Banyak orang dewasa merasa bahwa waktu berjalan semakin cepat dibandingkan saat mereka masih kecil, suatu fenomena yang menarik perhatian psikolog dan ilmuwan. Penelitian mengungkapkan bahwa pengalaman hidup dan perubahan rutinitas berkontribusi pada persepsi waktu yang beragam ini.

Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu

Menurut studi, saat kita beranjak dewasa, jumlah pengalaman baru yang kita alami cenderung menurun, membuat waktu terasa bergerak lebih cepat. Situasi ini dapat dilakukan dengan aktif mencari kenangan baru untuk melawan persepsi tersebut.

Persepsi Waktu dalam Psikologi

Persepsi waktu adalah konsep kompleks yang berbeda-beda bagi setiap individu, tergantung pada pengalaman dan situasi yang dihadapi. Para psikolog menyatakan bahwa waktu tidak hanya diukur dengan detik dan menit, tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana kita mengenang momen-momen di masa lalu.

Teori mengenai persepsi waktu juga menjelaskan hubungan antara aktivitas sehari-hari dan banyaknya pengalaman baru yang kita alami. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pengalaman baru, semakin lambat waktu terasa bergerak bagi kita.

Di sisi lain, rutinitas monoton yang sering dialami orang dewasa berkontribusi pada persepsi waktu yang terasa cepat. Hal ini disebabkan oleh cara otak menyimpan informasi, di mana pengalaman yang dianggap biasa akan diabaikan dan tidak diingat.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Pengaruh Usia dan Rutinitas

Studi menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, frekuensi pengalaman baru yang diterima seseorang cenderung menurun. Walaupun otak menjadi lebih efisien dalam memproses informasi, hal ini justru mempercepat persepsi waktu.

Rutinitas harian yang serupa bisa menyebabkan otak mengabaikan detail-detail kecil, sehingga waktu terasa berlalu dengan cepat. Momen-momen penting yang jarang terjadi menyebabkan perasaan bahwa kehidupan berjalan lebih cepat dari yang sebenarnya.

Sebuah penelitian dalam jurnal psikologi menemukan bahwa individu yang terlibat dalam aktivitas mendebarkan merasakan bahwa waktu berjalan lebih lambat. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan dan kegembiraan dapat memperlambat persepsi waktu secara subjektif.

Membangun Kenangan Baru

Untuk melawan persepsi waktu yang cepat, individu disarankan aktif mencari pengalaman baru dan tidak terjebak dalam rutinitas. Aktivitas baru seperti hobi, perjalanan, atau belajar keterampilan baru dapat mengubah sudut pandang kita terhadap waktu.

Mengubah rutinitas sehari-hari bisa menjadi salah satu cara yang efektif. Dengan menyusun agenda yang bervariasi dan melaksanakan kegiatan yang berbeda, kita dapat memperluas pengalaman.

Merayakan momen-momen kecil dalam hidup sehari-hari juga membantu dalam memperlambat persepsi waktu. Dengan memperhatikan detail-detail kecil, kita mampu menciptakan kenangan yang lebih mendalam dan berarti.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU