Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 21:18 WIB

Risiko Kesehatan Terkait Bahan Pengganti BPA dalam Kemasan Makanan

Author

Risiko Kesehatan Terkait Bahan Pengganti BPA dalam Kemasan Makanan

Studi terbaru mengungkapkan potensi risiko kesehatan dari bahan pengganti BPA yang umum digunakan dalam kemasan makanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa senyawa alternatif memberikan dampak negatif pada sel ovarium manusia.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas McGill, Kanada, menunjukkan bahwa banyak bahan pengganti BPA ini belum diatur dengan ketat, sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi konsumen.

Risiko Bahan Pengganti BPA

Dalam penelitian ini, beberapa bahan kimia seperti TGSA, D-8, PF-201, dan BPS diuji pada sel ovarium manusia yang dibudidayakan di lab. Ditemukan bahwa senyawa-senyawa tersebut berpotensi memicu akumulasi lemak dan mengubah ekspresi gen yang penting bagi pertumbuhan sel dan perbaikan DNA.

Meskipun hasil penelitian tidak menunjukkan bukti bahwa bahan-bahan ini langsung membahayakan manusia, perubahan yang terjadi pada tingkat seluler menjadi pertanda awal potensi risiko kesehatan. Hal ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang dari penggunaan senyawa ini.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik

Paparan Melalui Kemasan

Penelitian ini juga mendukung temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa bahan kimia dari stiker harga dapat merembes melalui plastik dan mencemari makanan. Ketidakpastian tentang cara paparan ini mengindikasikan bahwa konsumen mungkin sudah terpapar senyawa kimia ini tanpa disadari.

Health Canada telah mencatat TGSA, D-8, PF-201, dan BPS dalam daftar bahan kimia yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut, menandakan pentingnya menyadari potensi risiko yang ada. Para ahli merekomendasikan agar konsumen melepaskan stiker dan plastik pembungkus sebelum menyimpan makanan untuk mengurangi potensi paparan.

Tantangan Regulasi dan Kesadaran Konsumen

Salah satu tantangan utama terkait pengganti BPA adalah lemahnya regulasi yang mengawasi bahan kimia baru ini. Hal ini meningkatkan perhatian terkait efek jangka panjang bagi kesehatan manusia, terutama bagi konsumen yang mungkin kurang mendapatkan informasi yang memadai.

Studi ini menegaskan pentingnya adanya definisi dan pengujian standar untuk bahan-bahan yang dianggap aman digunakan dalam kemasan makanan. Tanpa langkah-langkah ini, konsumen terjebak dalam risiko paparan yang mungkin berbahaya.

Kesadaran konsumen menjadi aspek krusial. Dengan menyebarluaskan informasi yang jelas, diharapkan masyarakat bisa membuat keputusan yang lebih bijak mengenai produk yang mereka pilih dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU