Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 18:25 WIB

Pemompaan Air Tanah dan Dampaknya terhadap Pergeseran Kutub Rotasi Bumi

Author

Pemompaan Air Tanah dan Dampaknya terhadap Pergeseran Kutub Rotasi Bumi

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa pemompaan air tanah yang dilakukan manusia berkontribusi besar terhadap pergeseran kutub rotasi Bumi, mencapai sekitar 80 cm dalam 17 tahun terakhir.

Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan

Fenomena ini berkaitan erat dengan perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut yang berpengaruh terhadap keseimbangan lingkungan planet kita.

Pergeseran Kutub Rotasi Bumi dan Keterkaitannya dengan Aktivitas Manusia

Fenomena pergeseran kutub rotasi Bumi menjadi sorotan dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters. Penelitian ini mengaitkan aktivitas pemompaan air tanah yang masif dengan pergeseran kutub planet.

Dalam periode antara 1993 hingga 2010, manusia memompa sekitar 2.150 gigaton air tanah, lebih banyak digunakan untuk irigasi dan kebutuhan rumah tangga. Air tersebut sebagian besar akhirnya menuju lautan, mengubah distribusi massa Bumi.

Tekanan dari pemindahan air ini berdampak pada rotasi Bumi, memicu pergeseran yang dapat diukur dengan akurasi.

Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Analogi Efek Pemompaan Air Terhadap Rotasi Bumi

Ki-Weon Seo, pemimpin studi dan ahli geofisika dari Seoul National University, menggunakan analogi dengan gasing untuk menjelaskan pergeseran ini. 'Bayangkan Bumi sebagai gasing. Ketika kita memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti menambahkan sedikit beban pada gasing yang berputar,' ujarnya.

Analis data distribusi air oleh peneliti menunjukkan dampak signifikan dari pemompaan air terhadap pergeseran kutub. Surendra Adhikari, ilmuwan peneliti di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, mengungkapkan, 'Mereka telah mengukur peran pemompaan air tanah pada gerakan kutub, dan itu cukup signifikan.'

Pentingnya Pengetahuan Ini Bagi Kebijakan Lingkungan

Informasi dari studi ini sangat crucial bagi aspek ilmiah dan kebijakan lingkungan. Data tentang pergeseran kutub rotasi Bumi akan menjadi alat berharga bagi konservasionis dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi menghadapi perubahan iklim.

Seo menekankan, 'Mengamati perubahan kutub rotasi Bumi sangat berguna untuk memahami variasi penyimpanan air skala benua.'

Pemahaman tentang dampak aktivitas manusia terhadap planet ini adalah kunci dalam merancang solusi untuk mengurangi efek negatif, termasuk kenaikan permukaan laut yang dapat mengancam banyak wilayah.

Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU