Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa obat diabetes metformin telah mencemari aliran Sungai Angke di Jakarta, yang menjadi perhatian serius bagi masyarakat.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Laporan ini merupakan yang pertama kali mengindikasikan adanya sisa-sisa obat antidiabetes dalam perairan ibu kota, memperlihatkan adanya masalah polusi baru yang perlu ditangani.
Metode dan Temuan Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh BRIN melibatkan pengambilan sampel dari enam titik berbeda sepanjang Sungai Angke pada Juni 2022.
Hasil analisis menunjukkan bahwa metformin terdeteksi di tiga lokasi dengan konsentrasi bervariasi antara 27 nanogram per liter (ng/L) hingga 414 ng/L.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Dampak Terhadap Lingkungan
Metformin merupakan obat yang banyak diresepkan untuk diabetes tipe 2 dan hampir tidak terurai oleh tubuh, sehingga diekskresikan dalam bentuk aslinya melalui urine.
Kandungan metformin di Sungai Angke lebih tinggi dari 5 persen data sungai global, dengan kadar tertinggi melebihi 40 persen rata-rata global, menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.
Panggilan untuk Tindakan Lebih Lanjut
Dalam publikasi mereka di Springer Nature, tim peneliti BRIN menyatakan bahwa 'tidak adanya proses degradasi alami membuat senyawa ini berpotensi kembali masuk ke rantai makanan dan pada akhirnya berdampak pada kesehatan manusia'.
Penting bagi pemerintah untuk memperkuat pengelolaan limbah domestik, meningkatkan pemantauan polutan farmasi, dan mengembangkan strategi pengendalian yang efektif berdasar pada bukti.
Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: