Baru-baru ini, sebuah studi menarik mengungkapkan bahwa kebiasaan multi-tasking yang sering dilakukan bisa menurunkan IQ sementara. Temuan ini mendatangkan perhatian, terutama di tengah dunia yang semakin terhubung dan kompleks.
Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu
Studi tersebut menunjukkan bahwa melakukan beberapa tugas sekaligus tidak hanya membuat kita kurang fokus, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap kemampuan kognitif yang akan dibahas lebih lanjut.
Apa Itu Multi-tasking?
Multi-tasking adalah praktik melakukan lebih dari satu tugas pada waktu yang bersamaan. Meskipun banyak orang menganggapnya sebagai kemampuan yang efisien, penelitian menunjukkan bahwa ini mungkin tidak selalu baik untuk otak kita.
Misalnya, banyak dari kita seringkali menjawab pesan saat bekerja atau menonton TV sambil menggunakan ponsel. Perilaku ini sering dianggap sebagai cara untuk menghemat waktu, tetapi efeknya mungkin sebaliknya.
Baca juga: Momen-Momen Kecil yang Membawa Kebahagiaan
Temuan Penelitian
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of London menunjukkan bahwa seseorang yang terlibat dalam multi-tasking memiliki penurunan IQ setara dengan kehilangan satu malam tidur. Hasil ini menunjukkan bahwa konsentrasi dapat terganggu, sehingga memengaruhi kinerja mental secara keseluruhan.
Selama percobaan, peserta yang melakukan banyak tugas menunjukkan keterampilan kognitif yang lebih rendah dibandingkan mereka yang fokus pada satu tugas. Ini membuktikan bahwa beralih antar tugas dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir.
Dampak Jangka Panjang
Dampak jangka panjang dari kebiasaan multi-tasking ini dapat berbahaya. Ketika seseorang terbiasa berpindah-pindah tugas, akan semakin sulit untuk berkonsentrasi pada satu hal, yang dapat berimplikasi pada produktivitas serta kesehatan mental.
Sementara itu, penelitian lain menambahkan bahwa stres akibat tuntutan untuk selalu terhubung juga bisa mempengaruhi kesehatan mental. Dengan adanya tekanan ini, otak kita semakin kelelahan daripada mendapatkan keuntungan dari multitasking.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: