Fenomena psikologis menunjukkan bahwa manusia cenderung memperkuat dan lebih mengingat kenangan buruk dibandingkan kenangan bahagia. Hal ini terjadi karena cara otak manusia memproses emosi dan memori yang berkaitan dengan pengalaman negatif.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Penelitian dalam bidang psikologi dan ilmu saraf menemukan bahwa kenangan negatif dapat bertahan lebih lama dan memiliki dampak emosional yang lebih besar pada individu.
Pengaruh Emosi Terhadap Memori
Emosi yang kuat seperti kesedihan atau kemarahan dapat memperkuat ingatan kita akan peristiwa tertentu. Dalam studi psikologi, diketahui bahwa pengalaman emosional cenderung diingat lebih baik karena otak memberikan perhatian lebih pada peristiwa yang menciptakan reaksi emosional yang mendalam.
Ketika sesuatu yang buruk terjadi, seperti kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang tercinta, kita mendalami pengalaman tersebut. Ini memicu pelepasan hormon stres yang membuat otak lebih tajam dalam merekam detail dari peristiwa tersebut.
Sebaliknya, kenangan bahagia yang kurang emosional tidak selalu diingat dengan jelas. Momen-momen biasa yang memberikan kebahagiaan, meskipun berarti, sering tersimpan dalam ingatan dengan cara yang lebih kabur.
Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan
Konstruksi Kenangan
Dalam prosesnya, kenangan tidak disimpan seperti file dalam komputer, melainkan lebih seperti rekaman yang bisa diputar ulang. Kenangan buruk sering kali direkonstruksi dalam pikiran, sehingga setiap kali diingat, kita menghadapi kembali emosi yang muncul pada saat itu.
Menurut Dr. Elizabeth Loftus, seorang ahli psikologi, kenangan dapat dimanipulasi dan diubah seiring waktu. Kita dapat memperkuat kenangan buruk melalui pemikiran berulang; semakin sering kita memikirkan sesuatu, semakin kuat memori itu terbentuk.
Sebaliknya, kenangan bahagia bisa menjadi samar jika tidak sering dirasakan atau diingat. Kenangan positif sering kali perlu dipicu oleh konteks tertentu untuk dapat diingat dengan jelas.
Dampak Sosial dan Budaya
Budaya kita juga mempengaruhi cara kita memproses kenangan. Di banyak budaya, pengalaman negatif terkadang dipandang sebagai pembelajaran yang berharga, membuat kita cenderung memperlakukan kenangan buruk dengan cara yang lebih serius.
Kondisi ini dapat membuat individu lebih fokus pada pelajaran yang diambil dari pengalaman buruk ketimbang merayakan yang bahagia. Misalnya, dalam konteks pendidikan atau pengalaman hidup, sering kali diingatkan untuk belajar dari kesalahan.
Dengan demikian, baik individu maupun komunitas bisa mengaitkan banyak pembelajaran dari kenangan buruk dibandingkan yang baik, yang pada akhirnya berkontribusi pada ingatan kolektif tentang pengalaman sulit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: