Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 13:22 WIB

Krisis Gagal Ginjal: Angka Mengkhawatirkan di Seluruh Dunia

Author

Krisis Gagal Ginjal: Angka Mengkhawatirkan di Seluruh Dunia

Dunia saat ini tengah berhadapan dengan krisis kesehatan yang signifikan, yaitu meningkatnya kasus gagal ginjal atau Chronic Kidney Disease (CKD). Menurut data terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), jumlah orang dewasa yang hidup dengan CKD mencapai 788 juta pada tahun 2023.

Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu

Penyakit ini menduduki peringkat kesembilan sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan 1,5 juta jiwa dilaporkan meninggal akibat kondisi ini. Menariknya, lebih dari separuh penderita tidak menyadari adanya kerusakan pada ginjal mereka.

Faktor Penyebab Peningkatan Kasus CKD

Kenaikan signifikan dalam kasus CKD selama tiga dekade terakhir disebabkan oleh berbagai faktor. IHME mengidentifikasi gula darah puasa tinggi, obesitas, dan hipertensi sebagai tiga faktor risiko utama yang mempengaruhi kesehatan ginjal di hampir seluruh kelompok usia.

Diabetes dan hipertensi memang menjadi penyebab terbesar, namun CKD adalah kondisi multifaktorial yang terkait dengan pola makan, lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi. Berbagai aspek kehidupan ini harus diperhatikan dalam upaya pencegahan CKD.

Di beberapa wilayah, seperti Amerika Tengah, terdapat tren mencolok terkait dengan CKD of Unknown Etiology (CKDu). Kasus ini sering memengaruhi pekerja di perkebunan yang mengalami dehidrasi kronis akibat terpapar suhu ekstrem, menunjukkan pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan ginjal.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?

Akses Terhadap Layanan Kesehatan yang Tidak Merata

Masalah gagal ginjal ini juga diperburuk oleh ketidakmerataan dalam akses layanan kesehatan. Di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, prevalensi CKD tinggi, tetapi akses terhadap dialisis dan transplantasi ginjal sangat terbatas.

Di negara-negara kaya, walaupun prevalensi CKD lebih rendah dari rata-rata global, lebih banyak pasien mendapatkan terapi pengganti ginjal. Ketidakmerataan ini menyebabkan angka kematian yang jauh lebih tinggi di negara-negara miskin.

IHME mencatat kerusakan ginjal berkontribusi terhadap 11,5% kematian akibat penyakit jantung di seluruh dunia. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya kondisi ginjal dalam memengaruhi kesehatan kardiovaskular masyarakat.

Pentingnya Deteksi Dini dan Kebijakan Kesehatan

Deteksi dini CKD adalah prioritas yang harus diperhatikan oleh semua negara. Meskipun pemeriksaan albuminuria dan pemantauan faktor risiko sangat penting, implementasinya di banyak negara tetap minim.

Peneliti berharap temuan ini mendorong pemerintah untuk lebih serius memasukkan CKD dalam kebijakan kesehatan publik. Dengan memperluas akses terhadap pengobatan yang efektif, diharapkan kerusakan ginjal dapat diperlambat dan komplikasi jantung dapat dicegah.

Dengan kebangkitan kesadaran akan CKD, diharapkan angka kematian akibat penyakit ini dapat dikurangi melalui langkah-langkah yang lebih komprehensif dan sistematis.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU