Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 17:28 WIB

Pemakaman Paku Buwono XIII: Menghormati Tradisi dan Sejarah Keraton Solo

Author

Pemakaman Paku Buwono XIII: Menghormati Tradisi dan Sejarah Keraton Solo

Paku Buwono XIII, Raja Keraton Solo, wafat pada 2 November 2025 dan direncanakan dimakamkan pada 5 November 2025 di Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Prosesi pemakaman ini menegaskan pengakuan terhadap tradisi dan sejarah panjang yang mengelilingi lokasi pemakaman para raja Mataram.

Sejarah Pemakaman di Imogiri

Makam Imogiri memiliki sejarah yang kaya dan telah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi raja-raja Mataram sejak lama. Menurut Jurnal Berkala Arkeologi yang ditulis oleh Mimi Savitri, lokasi ini dibangun oleh Sultan Agung pada tahun 1632 Masehi dan dipersembahkan sebagai pajimatan bagi raja-raja.

Pemakaman di Imogiri terbagi menjadi tiga bagian utama: kompleks makam Sultan Agung di tengah, makam raja-raja Kasultanan Yogyakarta di sebelah timur, dan makam raja Kasunanan Surakarta di barat. Paku Buwono XIII diharapkan akan dimakamkan di Kedhaton Girimulyo, tempat di mana sebagian besar anggota keluarga kaisar sebelumnya juga berada.

Kehadiran Makam Imogiri sebagai lokasi pemakaman menunjukkan betapa kuatnya warisan budaya dan sejarah bagi masyarakat di sekitar Yogyakarta dan Surakarta.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern: Tips untuk Generasi Muda

Arti Penting Pemakaman Tradisional

Makam Raja-Raja Imogiri diakui sebagai situs yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta dan Surakarta, di mana Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan perawatan. Ini menunjukkan komitmen terhadap pelestarian sejarah dan tradisi lokal yang vital.

Sultan Agung, pendiri Makam Imogiri, awalnya memiliki keinginan untuk dimakamkan di Mekkah, namun akhirnya, melalui pendekatan spiritual Imam Sopini, diputuskan untuk mendirikan makam di Imogiri. Hal ini menyoroti pentingnya hubungan antara spiritualitas dan tata cara pemakaman dalam tradisi Jawa.

Kisah tentang bola tanah yang dilepaskan oleh Imam Sopini, yang menjadi dasar pemilihan lokasi, mencerminkan kebijaksanaan lokal yang menghargai akses komunitas terhadap tempat peristirahatan raja.

Ritual Pemakaman

Persiapan pemakaman Paku Buwono XIII direncanakan akan dimulai dengan serangkaian ritual adat yang penting, sebelum jenazah dibawa ke Bukit Merak. GKR Wandansari Koes Moertiyah, adik dari PB XIII, menyatakan bahwa upacara pemakaman akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB pada hari yang ditentukan.

Proses ini mencerminkan atribut formalitas dalam pemakaman sekaligus menggabungkan elemen ritual yang menghubungkan dunia hidup dan arwah para raja. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya yang kaya di kawasan tersebut.

Keterlibatan masyarakat dalam prosesi pemakaman menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya milik keraton, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas kolektif masyarakat.

Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU