Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 16:01 WIB

Pemahaman Mendalam tentang Osteoarthritis di Kalangan Lansia di Indonesia

Author

Pemahaman Mendalam tentang Osteoarthritis di Kalangan Lansia di Indonesia

Osteoarthritis, atau radang sendi, merupakan masalah kesehatan umum yang banyak dialami oleh lansia di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti nyeri sendi, kaku, dan pembengkakan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Dengan bertambahnya usia, risiko seseorang terkena osteoarthritis ikut meningkat. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang penyakit ini mutlak diperlukan agar kualitas hidup lansia tetap terjaga.

Apa Itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis merupakan bentuk arthritis yang paling umum terjadi, terutama pada individu berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan kartilago sendi, yang berfungsi melindungi ujung tulang dan memungkinkan pergerakan yang halus.

Ketika kartilago menipis, tulang mulai saling bergesekan, yang berujung pada rasa sakit. Gejala awal dari osteoarthritis sering kali ditandai dengan nyeri saat bergerak dan kaku pada sendi, terutama setelah periode istirahat.

Hampir semua sendi bisa terpengaruh oleh osteoarthritis, meskipun yang paling umum terjadi adalah pada sendi lutut, pinggul, punggung bawah, dan jari. Risiko penyakit ini meningkat bagi individu dengan riwayat keluarga yang sama.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal

Gejala Osteoarthritis

Gejala osteoarthritis variatif tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Ini bisa berkisar dari nyeri sendi yang muncul saat beraktivitas hingga pembengkakan dan kekakuan setelah beristirahat.

Dalam beberapa kasus, suara 'berderak' dapat terdengar saat sendi bergerak, mengindikasikan adanya gesekan langsung antara tulang yang kehilangan perlindungan dari kartilago.

Gejala-gejala ini tidak boleh diabaikan, karena jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang lebih signifikan.

Pengelolaan Osteoarthritis

Pengelolaan osteoarthritis mencakup beragam pendekatan, termasuk perubahan gaya hidup dan terapi fisik. Aktivitas fisik ringan dapat memperkuat otot-otot di sekitar sendi dan meningkatkan fleksibilitas.

Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat sangatlah dianjurkan. Dalam beberapa situasi, obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) mungkin direkomendasikan.

Diet juga memiliki peran penting; mengonsumsi makanan anti-inflamasi yang kaya omega-3 dan serat dapat membantu meredakan pembengkakan dan nyeri. Menjaga berat badan ideal juga berfungsi untuk mengurangi tekanan pada sendi.

Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Tanpa Kata-kata

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU