Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 14:39 WIB

Osteoporosis pada Pria: Risiko dan Pentingnya Kesadaran Kesehatan Tulang

Author

Osteoporosis pada Pria: Risiko dan Pentingnya Kesadaran Kesehatan Tulang

Osteoporosis sering dianggap sebagai masalah kesehatan wanita, tetapi pria juga tidak kebal dari risiko ini. Sekitar satu dari lima pria berusia di atas 50 tahun diperkirakan akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis dalam hidupnya.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengalami patah tulang memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan wanita dan sering menderita disabilitas signifikan. Kondisi ini menekankan perlunya kesadaran akan kesehatan tulang di kalangan pria.

Tingkat Risiko Osteoporosis pada Pria

Menurut Dr. Cathleen Colon-Emeric dari Durham VA Health Care System, pemeriksaan osteoporosis pada pria jauh lebih rendah dibandingkan wanita. Dalam sebuah studi terhadap 3.000 veteran berusia 65 hingga 85 tahun, hanya 2 persen yang menjalani pemeriksaan kepadatan tulang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49 persen responden bersedia melakukan pemindaian, namun setengah dari mereka didiagnosa menderita osteoporosis atau osteopenia. Hal ini mengindikasikan pentingnya peningkatan kesadaran mengenai kesehatan tulang di kalangan pria.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa pria berusia 50 tahun memiliki risiko meninggal akibat komplikasi patah tulang osteoporosis yang lebih tinggi dibandingkan risiko kanker prostat. "Pria tidak sebaik wanita dalam pemulihan," ungkap Dr. Colon-Emeric.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah

Perlunya Skrining dan Penanganan

Organisasi seperti Endocrine Society dan American Society for Bone and Mineral Research merekomendasikan pemeriksaan bagi pria di atas 50 tahun yang memiliki faktor risiko osteoporosis. Namun, rekomendasi dari American College of Physicians menilai bukti untuk skrining pada pria masih belum memadai.

Dr. Eric Orwoll, seorang ahli endokrinologi, menekankan bahwa pria yang mengalami patah tulang setelah usia 50 tahun harus menjalani pemindaian tulang. "Itu salah satu indikator utamanya," jelasnya.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa obat osteoporosis dapat meningkatkan kepadatan tulang pria sama seperti pada wanita, tetapi banyak studi yang dilakukan pada pria kurang memadai dalam hal ukuran sampel dan tindak lanjut.

Faktor Risiko dan Perubahan Gaya Hidup

Pria lanjut usia juga perlu mempertimbangkan faktor risiko lain seperti riwayat keluarga penyakit tulang, jatuh, serta kondisi kesehatan seperti artritis reumatoid dan penyakit Parkinson. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga meningkatkan risiko osteoporosis.

Dr. Colon-Emeric menambahkan, "Sejumlah obat juga memengaruhi kepadatan tulang Anda, terutama steroid dan obat kanker prostat." Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan semua faktor ini dengan dokter.

Perubahan gaya hidup seperti berolahraga secara teratur dan mengonsumsi suplemen kalsium serta vitamin D diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan tulang, meskipun tidak cukup untuk menghentikan pengeroposan tulang secara keseluruhan.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern: Tips untuk Generasi Muda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU