Senin, 20 OKTOBER 2025 • 13:19 WIB

Gunung Gede Pangrango Tutup Sementara Akibat Masalah Sampah

Author

Gunung Gede Pangrango Tutup Sementara Akibat Masalah Sampah

Pendakian Gunung Gede Pangrango akan ditutup sementara mulai 13 Oktober 2025 akibat masalah sampah yang dibuang oleh oknum pendaki. Penutupan ini bertujuan untuk melindungi ekosistem hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Dalam Surat Edaran nomor PG.06/T.2/TU/B/10/2025, dijelaskan bahwa tingginya antusiasme pendaki menimbulkan tantangan serius terkait masalah sampah yang berulang kali menjadi perhatian publik.

Alasan Penutupan Sementara

Penutupan pendakian Gunung Gede Pangrango menjadi langkah awal yang diambil menyusul meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh pendaki. Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni, menegaskan bahwa tindakan ini perlu dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kelestarian ekosistem TNGGP.

Menurut Agus Deni, surat edaran tersebut sekaligus merujuk pada memorandum Direktur Jenderal KSDAE tentang pengelolaan pendakian yang perlu diperhatikan. Hal ini menunjukkan keseriusan pengelola dalam menangani persoalan lingkungan di lokasi wisata alam tersebut.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Upaya Pembersihan Selama Penutupan

Selama periode penutupan dari 13 Oktober 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan, pihak Balai Besar TNGGP berencana melakukan kegiatan bersih-bersih. Kegiatan ini akan melibatkan petugas TNGGP, TNI, polri, serta relawan dan mahasiswa demi meningkatkan kebersihan di jalur pendakian.

Agus Deni menyebutkan bahwa total terdapat 44 orang yang akan terlibat dalam pembersihan. Mereka akan melakukan pembersihan dari jalur pendakian hingga kawasan Alun-alun Suryakencana, dengan harapan dapat mengurangi jumlah sampah yang tersisa.

Informasi bagi Calon Pendaki

Bagi calon pendaki yang telah melakukan pendaftaran dan pelunasan biaya melalui sistem booking online, pihak Balai Besar TNGGP akan memberikan informasi lebih lanjut melalui e-mail yang terdaftar. Informasi tersebut berkaitan dengan mekanisme refund atau perubahan jadwal pendakian.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pendaki yang terdampak penutupan dapat memperoleh kejelasan dan solusi atas pemesanan mereka.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU