Supermodel Bella Hadid membagikan perjuangannya melawan depresi dan kecemasan yang dialaminya selama bertahun-tahun melalui unggahan di Instagram.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Dalam pesan yang mencerminkan kerentanannya, ia meminta orang lain untuk tidak takut meminta bantuan saat menghadapi masalah serupa.
Refleksi Mendalam tentang Kesehatan Mental
Bella Hadid, dengan lebih dari 61 juta pengikut di Instagram, menuliskan pesan reflektif mengenai perjuangannya dengan depresi.
Ia menjelaskan bahwa terkadang beban emosionalnya terasa sangat berat, membuatnya sulit memulai hari.
Dalam unggahan tersebut, Bella menuliskan, "Ketika beban terasa terlalu berat, dan masa depan tampak suram, tak apa untuk berhenti sejenak jika Anda merasa telah kehilangan semangat."
Pesan ini adalah dukungan untuk mereka yang mengalami hal serupa, menunjukkan bahwa tidak sendiri dalam perjuangan ini.
Kesadaran dan Empati di Tengah Krisis
Bella menekankan pentingnya memahami bahwa kepekaan terhadap kesehatan mental bukanlah kelemahan.
Baca juga: Fengshui Meja Kerja: Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas
Ia mencatat, "Itu bukan kelemahan, itu bagian dari diriku. Kepekaanku, kesadaranku, empatiku... itulah yang menjadikan kita manusia."
Pengalaman hidupnya juga menggambarkan keterlibatannya dengan UNICEF, di mana ia menyaksikan trauma yang dialami anak-anak dan keluarga.
Bella menulis, "Di balik senyuman itu, mereka mengalami pertempuran tak terlihat yang sama melawan kecemasan, PTSD, dan ketakutan, namun tanpa akses terhadap perawatan dan keamanan yang sering kita anggap remeh."
Perjuangan Melawan Penyakit Lyme
Selain kesehatan mental, Bella juga menghadapi tantangan kesehatan fisik, termasuk perjuangannya melawan penyakit Lyme selama 13 tahun.
Ia sempat membuat penggemar khawatir setelah terlihat menjalani perawatan dengan infus dan tabung oksigen.
Kondisi ini menambah kompleksitas pada tantangan kesehatan mentalnya, di mana ia berusaha mengatasi masalah fisik serta dampak emosional yang muncul.
Bella berharap melalui pengalaman ini, orang lain dapat memahami pentingnya mencari bantuan dan berbicara tentang kesehatan mental tanpa rasa takut, dengan menekankan, "Tolong jangan merasa takut untuk meminta bantuan. Saya pernah ke sana, dan saya mulai memahami cara kerja pikiran saya dengan berbicara kepada orang lain."
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: