Puasa intermittent atau puasa berselang telah menjadi salah satu tren makan sehat yang populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Metode ini menawarkan pendekatan berbeda terhadap pola makan yang menjanjikan manfaat kesehatan yang signifikan.
Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan
Beragam penelitian menunjukkan bahwa puasa intermittent dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme. Tren ini bukan hanya tentang diet, tetapi juga tentang bagaimana cara mengelola waktu makan.
Pengertian dan Metode Puasa Intermittent
Puasa intermittent adalah pola makan yang melibatkan siklus antara periode puasa dan makan. Terdapat beberapa metode umum, seperti 16/8, yang melibatkan puasa selama 16 jam dan membatasi waktu makan dalam jendela 8 jam.
Metode lainnya termasuk puasa selama 24 jam satu atau dua kali dalam seminggu, serta diet 5:2, di mana seseorang makan normal selama lima hari dan mengurangi asupan kalori drastis pada dua hari lainnya.
Pendekatan ini memungkinkan orang untuk memilih pola yang sesuai dengan gaya hidup dan preferensi mereka. Hal ini berkontribusi terhadap semakin banyaknya orang yang mencari cara untuk menerapkan puasa ini dalam rutinitas mereka.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Manfaat Kesehatan dari Puasa Intermittent
Salah satu manfaat utama puasa intermittent adalah kemampuannya dalam membantu penurunan berat badan. Dengan membatasi waktu makan, individu cenderung mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, yang dapat berkontribusi pada penurunan berat badan yang berkelanjutan.
Selain itu, puasa intermittent juga telah terbukti meningkatkan kesehatan metabolisme dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Beberapa studi juga mengindikasikan bahwa puasa intermittent dapat mendukung kesehatan jantung. Menurunnya faktor risiko seperti tekanan darah dan kolesterol LDL dapat terjadi sebagai hasil dari pola makan ini.
Tren di Indonesia dan Respons Masyarakat
Di Indonesia, puasa intermittent semakin diterima sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Banyak orang yang menjadikannya sebagai alternatif diet yang dianggap lebih fleksibel dibandingkan dengan diet konvensional.
Berbagai influencer kesehatan dan nutrisi juga turut mempromosikan puasa ini melalui media sosial, memberikan panduan dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kesadaran akan kesehatan semakin meningkat, mendorong lebih banyak individu untuk memperhatikan pola makan mereka.
Namun, penting untuk memahami bahwa puasa intermittent tidak cocok untuk semua orang. Konsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan sangat disarankan sebelum memulai diet ini, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: