Satu santri di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dilaporkan meninggal dunia diduga terinfeksi cacar monyet, sementara tiga santri lainnya sedang dalam pemantauan karena menunjukkan gejala serupa.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengonfirmasi bahwa korban meninggal setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Meranti.
Kasus Cacar Monyet di Pesantren
Dalam insiden yang terjadi di sebuah pesantren di Selatpanjang, satu santri menghembuskan napas terakhir pada Jumat (19/9/2025) setelah mengalami gejala yang mirip dengan cacar monyet.
Gejala yang dilaporkan oleh Ade Suhartian, antara lain ruam di kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening. Dua santri lainnya saat ini masih dalam status suspek dan dalam pengawasan ketat.
Pihak berwenang telah melakukan penyelidikan epidemiologi serta penelusuran kontak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Hasil laboratorium dari Pekanbaru masih ditunggu untuk konfirmasi diagnosis.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, memvalidasi bahwa laporan mengenai infeksi cacar monyet di pesantren tersebut adalah akurat.
Asmar menyatakan bahwa satu pasien telah meninggal, satu sedang dirawat, sedangkan dua santri lainnya sudah dipulangkan. Dia juga memastikan bahwa koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk penanganan yang tepat.
Jika fasilitas kesehatan di daerah tidak mencukupi, pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut akan dirujuk ke Pekanbaru. Disarankan untuk menjaga ketenangan dan menjaga kebersihan.
Langkah-langkah Pencegahan
Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti mengambil tindakan preventif guna mengurangi risiko penyebaran cacar monyet, termasuk surveilans dan penyuluhan kesehatan.
Vaksinasi telah dilakukan di lokasi strategis untuk meningkatkan kekebalan masyarakat. Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi menjadi penting dalam mencegah penularan.
Masyarakat juga diminta untuk melaporkan gejala mencurigakan kepada petugas kesehatan, agar penanganan bisa segera dilakukan demi mencegah kasus baru.
Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: