Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM Non-Subsidi Aman dan Diskusi Harga Berlanjut
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pembahasan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi antara pemerintah dan perusahaan masih berlangsung.
Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan
Ia juga menggarisbawahi bahwa cadangan BBM dan LPG nasional dalam keadaan aman, dengan stok BBM mencapai lebih dari 20 hari.
Bahlil memastikan bahwa masa kritis pasokan energi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah telah terlewati.
Namun, ia tetap menekankan pentingnya penggunaan bijak terhadap BBM dan LPG oleh masyarakat.
Pemerintah telah menerapkan campuran 50% biodiesel pada solar yang telah diuji coba di berbagai alat transportasi.
Hasil dari uji coba campuran tersebut menunjukkan kemajuan signifikan, mencapai 60% hingga 70%, dan proyek ini diharapkan akan diluncurkan pada 1 Juli mendatang.
Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor BBM siap pakai dari Timur Tengah, tetapi hanya crude oil.
Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu
Diversifikasi sumber impor dilakukan dengan mengambil dari negara lain seperti Angola dan Amerika.
Meskipun demikian, untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih mengandalkan impor dari negara-negara tertentu, dengan kebutuhan tahunan sekitar 20-22 juta kiloliter.
Laporan dari Sekretaris Ditjen Migas mencatat bahwa porsi impor minyak bensin mencapai 60,18% dari total kebutuhan pada tahun 2025.
Rizwi, Sekretaris Ditjen Migas, menyatakan bahwa kebutuhan minyak solar mengalami peningkatan.
Pemerintah berhasil menekan impor dari 12,17% pada tahun 2025 menjadi hanya 6,26% hingga bulan Februari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: