BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 13 MARET 2026 • 11:40 WIB

Fenomena Suhu Tinggi di Jawa Tengah: Apa yang Terjadi?

Fenomena Suhu Tinggi di Jawa Tengah: Apa yang Terjadi?Fenomena Suhu Tinggi di Jawa Tengah: Apa yang Terjadi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peningkatan suhu yang terasa panas di beberapa daerah di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Cilacap. Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari yang bergerak menuju belahan utara bumi.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple

Ketua Tim Kerja BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah tersebut terpantau cerah dengan sedikit tutupan awan. Akibatnya, sinar matahari langsung berdampak pada peningkatan suhu.

Pantauan Suhu Terkini di Cilacap

Pada tanggal 12 Maret 2026, suhu udara maksimum di Cilacap tercatat 32,6 derajat Celsius, yang masih dalam kategori normal. Data ini dibandingkan dengan rata-rata suhu klimatologi selama 30 tahun terakhir.

Teguh Wardoyo menyebutkan bahwa pada bulan Maret, suhu maksimum di Cilacap pernah mencapai 35,3 derajat Celsius pada tahun 2012. "Suhu udara yang terjadi saat ini masih di kisaran 33 derajat Celsius," ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa suhu saat ini masih berada di bawah catatan tertinggi pada tahun 2012, yang dapat diartikan sebagai indikasi stabilitas cuaca di kawasan tersebut.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Prediksi Suhu dan Curah Hujan

BMKG memperkirakan potensi peningkatan suhu sebagai dampak dari pergerakan semu matahari. Teguh menjelaskan, saat ini angin di Cilacap didominasi oleh arah barat dengan kecepatan antara 5-30 kilometer per jam.

Hingga 12 Maret 2026, terdapat tujuh hari dengan curah hujan ringan hingga sedang. Namun, diperkirakan cuaca akan cenderung cerah hingga berawan, dengan suhu maksimum diprediksi mencapai 33 derajat Celsius.

Dia menambahkan bahwa pada bulan Maret, curah hujan di Cilacap bagian tengah, timur, dan selatan diperkirakan antara 151 hingga 300 milimeter per bulan. Sementara itu, Cilacap bagian barat memprediksi curah hujan antara 301 hingga 400 milimeter.

Transisi Cuaca Menuju Musim Kemarau

Meskipun belum ada tanda-tanda kuat untuk transisi dari musim hujan menuju musim kemarau, Teguh menyebutkan bahwa beberapa wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, mungkin akan memasuki musim kemarau lebih awal pada bulan April 2026.

Beliau mengungkapkan, "Belum ada tanda-tanda, tapi kelihatannya segera masuk transisi pada dasarian ketiga bulan Maret." Ini menunjukkan perlunya masyarakat untuk bersiap menghadapi perubahan cuaca yang dapat muncul.

Perubahan cuaca ini penting untuk diperhatikan, karena dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pertanian dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Berbagai Lokasi Indah di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Suhu Tinggi di Jawa Tengah: Apa yang Terjadi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!