BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 22:08 WIB

Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tindakan Preventif yang Diperlukan

Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tindakan Preventif yang DiperlukanMeningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tindakan Preventif yang Diperlukan

Kasus campak di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan, menarik perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya dua kasus positif pada warga Australia yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda

Penyebab utama dari peningkatan ini adalah menurunnya cakupan vaksinasi campak secara global, menurut Prof Dr dr Anggraini Alam, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat. Tanpa tindakan pencegahan yang tepat, risiko terhadap masyarakat akan semakin tinggi.

Dampak Global dan Langkah Preventif

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa banyak negara, termasuk Indonesia, mengalami peningkatan kasus campak. Dalam merespons hal ini, pemerintah telah menetapkan langkah-langkah pencegahan lebih tegas untuk mengatasi penyebaran penyakit ini.

Prof Anggraini menggarisbawahi bahwa cakupan vaksinasi campak harus tetap tinggi dan merata di seluruh wilayah. "Penyebabnya secara global juga yaitu akibat menurunnya cakupan vaksinasi campak. Jadi cakupan vaksinasi campak harus tinggi terus, sudah tinggi, merata terus," jelasnya.

Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial

Dia juga menyoroti pentingnya ketimpangan cakupan vaksinasi di tingkat lingkungan yang dapat memicu munculnya kasus baru. "Dia mintanya ayo 95 persen kamu semua itu harus kebal agar tidak ada campak," tambahnya.

KonsekuensiSerius dari Campak

Ketua PP IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, mengingatkan masyarakat akan bahaya serius yang ditimbulkan oleh campak. "Di saya sendiri, di tempat praktik banyak menemukan anak-anak campak ini dan rata-rata memang tidak diimunisasi," ungkapnya.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti radang paru-paru, radang otak, dan kebutaan. "Campak yang komplikasinya ternyata bisa jadi radang paru, radang otak, bahkan bisa buta dan penularannya jauh lebih tinggi daripada COVID-19," kata dr Piprim.

Penting untuk tidak menganggap remeh campak. Dia menekankan, "Kita dengan COVID-19 saja heboh ya, tapi kenapa dengan campak masyarakat masih adem ayem."

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tindakan Preventif yang Diperlukan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!