BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 21:33 WIB

Klarifikasi dr. Piprim Terkait Ketidakhadirannya di RS Fatmawati

Klarifikasi dr. Piprim Terkait Ketidakhadirannya di RS FatmawatiKlarifikasi dr. Piprim Terkait Ketidakhadirannya di RS Fatmawati

Konsultan jantung anak senior, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengklarifikasi ketidakhadirannya selama 28 hari berturut-turut di RS Fatmawati. Ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya bukanlah hasil dari malas atau penolakan untuk bekerja.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Dengan Kecerdasan Buatan

Dalam konferensi pers pada 23 Februari 2026, dr. Piprim menjelaskan bahwa ia tetap menjalankan tugas di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah menerima surat mutasi pada bulan Mei.

Penjelasan Terkait Ketidakhadiran

dr. Piprim menjelaskan bahwa akses praktiknya melalui sistem Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di RSCM diputus pada bulan Oktober. Ia menyatakan, 'Saya berhenti kerja itu ketika akses DPJP saya diputus di RSCM bulan Oktober.'

Ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya di RS Fatmawati tidak disebabkan oleh pembangkangan. Sebaliknya, dr. Piprim telah menawarkan solusi agar tetap bisa menjalankan tugasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, 'Jadi, absennya saya ke Fatmawati bukan karena saya malas, tapi saya sudah tawarkan opsi.' Ia menyarankan agar tetap bertugas di Fatmawati sambil menjalankan pekerjaan di RSCM.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern: Tips untuk Generasi Muda

Tanggung Jawab Sebagai Pendidik Klinis

dr. Piprim memiliki tanggung jawab sebagai pendidik klinis yang mendidik mahasiswa kedokteran, dokter spesialis anak, dan dokter subspesialis. 'Walaupun dibedakan, saya itu dokter pendidik klinis, bukan dokter sekadar layanan saja,' ujarnya.

Ia menggarisbawahi pentingnya peran ini dalam mendistribusikan tenaga kesehatan di Indonesia. Dengan menjalankan fungsi pendidikan, dr. Piprim berharap dapat mencetak dokter-dokter konsultan jantung anak untuk berbagai provinsi.

Dalam pandangannya, 'Dengan saya menjalankan fungsi pendidikan, saya mencetak dokter-dokter konsultan jantung anak yang akan ditempatkan di berbagai provinsi di Indonesia.'

Permintaan Agar Polemik Tidak Dipersempit

dr. Piprim meminta agar situasi yang terjadi tidak hanya dilihat sebagai pelanggaran administratif. Ia berharap konteks ini tidak dipelintir seolah-olah hanya berkaitan dengan disiplin.

Ia menekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan dalam distribusi dokter dan menyatakan, 'Jangan dipelintir seolah-olah ini hanya pelanggaran disiplin. Ini juga bentuknya hukuman terhadap organisasi pendidikan.'

Dengan pernyataannya, dr. Piprim berusaha memberikan perspektif lebih luas mengenai perannya dalam sistem kesehatan Indonesia.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Klarifikasi dr. Piprim Terkait Ketidakhadirannya di RS Fatmawati

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!