BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:08 WIB

Mulai 2027, Anak Laki-Laki 11 Tahun Akan Disuntik Vaksin HPV

Mulai 2027, Anak Laki-Laki 11 Tahun Akan Disuntik Vaksin HPVMulai 2027, Anak Laki-Laki 11 Tahun Akan Disuntik Vaksin HPV

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa mulai tahun 2027, anak laki-laki berusia 11 tahun akan mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV). Langkah ini diambil untuk menanggulangi angka kanker serviks di Indonesia meskipun anak laki-laki tidak secara langsung mengidap penyakit tersebut.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Budi menjelaskan bahwa walaupun laki-laki tidak menderita kanker serviks, mereka bisa menjadi pembawa virus yang dapat menularkannya kepada pasangan seksual. Dengan adanya vaksinasi, diharapkan pencegahan kanker serviks dapat dilakukan secara lebih luas.

Pentingnya Vaksin HPV dalam Pencegahan Kanker Serviks

Vaksin HPV merupakan metode paling efektif untuk mencegah kanker serviks, salah satu penyebab kematian utama di kalangan perempuan di Indonesia. Melalui vaksinasi yang lebih luas, diharapkan kasus kanker serviks dapat berkurang secara signifikan di masa depan.

Menteri Budi menekankan pentingnya vaksinasi ini bagi kedua gender, dengan pernyataan, "Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif."

Pemerintah juga tengah menjalankan program skrining kesehatan, dengan lebih dari 10.000 puskesmas di Indonesia siap memberikan layanan deteksi dini kanker. Targetnya adalah menjangkau 40 juta perempuan dalam lima tahun ke depan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Target Program Vaksinasi dan Deteksi Dini

Kementerian Kesehatan menargetkan 2,1 juta perempuan usia 11 tahun mendapatkan vaksin HPV tahun ini. Selama tiga tahun terakhir, pemerintah berhasil mendeteksi dini 1,9 juta perempuan dengan risiko kanker, yang dianggap sebagai pencapaian positif.

Selain itu, program vaksinasi akan menyasar perempuan usia 15 tahun yang belum mendapatkan imunisasi pada usia 11 tahun. "Kita lagi berpikir apakah mau melakukan program lanjutannya pada perempuan usia 21 tahun," tambah Menteri Budi.

Dengan langkah-langkah ini, dia berharap angka kejadian kanker serviks di Indonesia dapat menurun, seiring dengan upaya deteksi dini yang lebih masif dan terencana.

Strategi Vaksinasi untuk Mengatasi Angka Kanker Serviks

Pada tahun 2023, Kemenkes meluncurkan program nasional vaksin HPV, menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menangani isu kesehatan ini. Cakupan vaksinasi diharapkan mencapai 90 persen pada tahun 2030, baik untuk anak perempuan maupun laki-laki.

Vaksinasi nantinya akan diberikan kepada semua anak perempuan kelas 5 SD (usia 11 tahun), dan jika belum divaksin, bisa mengejar saat kelas 6 SD atau kelas 9 SMP. Ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menanggulangi kanker serviks secara menyeluruh.

Dengan fokus pada generasi muda dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi di kalangan laki-laki, diharapkan dampak jangka panjang dalam pencegahan kanker serviks dapat tercapai secara merata.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mulai 2027, Anak Laki-Laki 11 Tahun Akan Disuntik Vaksin HPV

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!