Kebenaran Tentang Minum Air Dingin dan Kesehatan Jantung
Penyakit jantung tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian dunia, dengan beragam mitos yang berkembang di sekitarnya. Salah satu klaim yang sering beredar adalah bahwa minum air dingin dapat berpengaruh pada kesehatan jantung.
Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR
Namun, para ahli menunjukkan bahwa ini merupakan kesalahpahaman yang tidak berdasarkan fakta. Menurut mereka, pengelolaan kesehatan jantung lebih berkaitan dengan faktor risiko lain yang lebih kritis.
Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi air dingin bisa jadi solusi ketika menghadapi masalah jantung. Namun, Dr. Yislam Aljaidi, seorang ahli jantung, menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi air dingin dengan penyakit jantung yang diderita.
Menurutnya, faktor yang lebih penting dalam risiko penyakit jantung adalah pengendalian kesehatan seperti tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol. 'Yang berpengaruh adalah gimana kita turunin tekanan darahnya, gimana caranya kita turunin gulanya, gimana kita turunin kolesterolnya.'
Ini menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih rasional dalam pengelolaan kesehatan sangat diperlukan, menggantikan kepercayaan yang tidak berdasarkan bukti ilmiah.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Dr. Yislam menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah, dan hal itu tidak dipengaruhi oleh jenis air yang diminum. Ini menandakan bahwa pemahaman masyarakat tentang penyakit jantung perlu diluruskan.
Proses penyempitan ini terjadi karena beberapa faktor, yang antara lain adalah pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, focus pada pengelolaan faktor risiko ini menjadi hal yang esensial.
Mengurangi kebiasaan buruk seperti konsumsi lemak jahat dan tidak berolahraga juga harus menjadi prioritas agar risiko penyakit jantung dapat diminimalisir secara efektif.
Setelah menjalani penyelesaian medis, seperti kateterisasi jantung, pasien juga harus menerapkan gaya hidup sehat. Dr. Yislam mengingatkan, meski tindakan medis telah dilakukan, perubahan pola hidup yang buruk hanya akan mengundang risiko lebih tinggi.
'Sebab, mau dipasang ring bagus sekali pun, kalau habis itu nggak dijaga (pola hidup), malah risiko untuk tersumbat lagi lebih tinggi,' ungkapnya.
Kesimpulan dari penjelasan ini menunjukkan bahwa tindakan medis harus diimbangi dengan komitmen untuk hidup sehat, agar hasil dari perawatan medis dapat bertahan dalam jangka panjang.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: