BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 12:02 WIB

Meningkatnya Kasus Penyakit Neurologis: Tantangan Global yang Memprihatinkan

Meningkatnya Kasus Penyakit Neurologis: Tantangan Global yang MemprihatinkanMeningkatnya Kasus Penyakit Neurologis: Tantangan Global yang Memprihatinkan

Setiap tahun, penyakit neurologis merenggut lebih dari 11 juta nyawa di seluruh dunia, secara langsung memengaruhi hampir 3 miliar orang.

Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa perhatian terhadap masalah ini masih jauh dari memadai, dengan banyak negara yang tidak memiliki kebijakan yang tepat untuk menghadapi tantangan ini.

Definisi dan Contoh Penyakit Neurologis

Penyakit neurologis meliputi beragam kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi.

Gangguan ini dapat berdampak pada fungsi tubuh, seperti gerakan, sensasi, dan perilaku, dengan contoh utama seperti stroke, epilepsi, Alzheimer, migrain, neuropati, meningitis, dan Autism Spectrum Disorder.

Setiap jenis penyakit memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda, yang dapat merusak kualitas hidup individu yang mengalaminya.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Statistik Kematian dan Kebijakan Global

Berdasarkan data dari WHO, kematian akibat penyakit neurologis mencapai 11 juta per tahun, yang menunjukkan bahwa sekitar 40% dari populasi dunia terpengaruh.

Namun, hanya 32% dari 194 negara yang memiliki kebijakan nasional khusus untuk menangani isu ini, sementara hanya 18% negara yang mengalokasikan dana khusus untuk penanganan penyakit neurologis.

Lebih mengkhawatirkan, hanya 25% negara-negara tersebut yang telah memasukkan penyakit neurologis dalam paket jaminan kesehatan universal.

Ketimpangan dalam Akses Perawatan

Laporan WHO menunjukkan adanya ketimpangan signifikan dalam akses terhadap perawatan penyakit neurologis, terutama antara negara berpenghasilan rendah dan tinggi.

Di beberapa negara berpenghasilan rendah, jumlah ahli saraf bisa kurang hingga 82 kali dibandingkan dengan negara-negara kaya, membuat sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Stigma sosial dan kendala biaya juga berpengaruh pada beratnya akses menuju layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil yang umumnya tidak memiliki fasilitas seperti unit stroke atau rehabilitasi.

Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Tanpa Kata-kata

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Kasus Penyakit Neurologis: Tantangan Global yang Memprihatinkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!