BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 15:15 WIB

Mengungkap Perubahan Biologis Tubuh Selama Berpuasa Melalui Perspektif Sains

Mengungkap Perubahan Biologis Tubuh Selama Berpuasa Melalui Perspektif SainsMengungkap Perubahan Biologis Tubuh Selama Berpuasa Melalui Perspektif Sains

Berpuasa bukan hanya sekadar aktivitas menahan lapar dan dahaga, melainkan juga memicu sejumlah perubahan biologis yang signifikan pada tubuh manusia.

Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Proses ini dapat dianalisis dari sudut pandang ilmiah yang menarik, termasuk dampak positif puasa bagi kesehatan metabolisme dan mental.

Metabolisme dan Energi Selama Puasa

Saat berpuasa, tubuh mulai menggunakan cadangan glukosa yang tersimpan dalam bentuk glikogen. Proses ini bisa mulai terjadi hanya setelah beberapa jam tidak mengonsumsi makanan.

Setelah cadangan glikogen menipis, tubuh beralih ke pembakaran lemak untuk dijadikan sumber energi, sebuah proses yang disebut ketosis. Dalam fase ini, lemak diubah menjadi asam lemak dan keton yang memberikan energi untuk otak dan organ lain.

Banyak individu melaporkan perasaan lebih fokus dan energik ketika berpuasa, hal ini disebabkan oleh kemampuan keton untuk meningkatkan fungsi otak lebih baik dibandingkan glukosa.

Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan

Sistem Imun dan Efek Detoksifikasi

Puasa memiliki pengaruh positif terhadap kesehatan sistem imun. Selama berpuasa, terdapat peningkatan produksi sel-sel kekebalan yang esensial untuk melawan infeksi.

Di saat tidak mengonsumsi makanan, tubuh dapat lebih fokus pada proses detoksifikasi, yakni mengeliminasi racun yang terakumulasi. Proses ini berkontribusi terhadap kesehatan jangka panjang dan daya tahan tubuh yang lebih baik.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa puasa dapat mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Manfaat Psikologis dari Berpuasa

Selain dari aspek fisik, puasa ternyata juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental. Banyak orang melaporkan terjadi peningkatan konsentrasi dan ketenangan pikiran saat menjalani puasa.

Puasa mendorong tindakan refleksi dan spiritualitas, yang bisa memberikan rasa tenang di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Stabilitas emosi dapat terjaga, dan stres bisa berkurang.

Selain itu, puasa juga memberikan kesempatan untuk mengistirahatkan diri dari rutinitas harian dan memberikan ruang untuk merenungkan dan memfokuskan perhatian pada hal-hal yang penting dalam hidup.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengungkap Perubahan Biologis Tubuh Selama Berpuasa Melalui Perspektif Sains

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!