BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 20:05 WIB

Perbandingan Kalender Lunar dan Matahari dalam Penentuan Ramadan

Perbandingan Kalender Lunar dan Matahari dalam Penentuan RamadanPerbandingan Kalender Lunar dan Matahari dalam Penentuan Ramadan

Ramadan adalah bulan suci bagi umat Islam, ditentukan berdasarkan kalender lunar yang berbeda dengan kalender matahari. Perbedaan ini berdampak pada waktu pelaksanaan Ramadan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI

Definisi Kalender Lunar

Kalender lunar merupakan sistem penanggalan yang menghitung waktu berdasarkan fase bulan. Dalam sistem ini, satu bulan dimulai saat hilal muncul dan berakhir saat bulan menghilang secara keseluruhan.

Kalender lunar digunakan dalam berbagai tradisi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, di mana istilah bulan Hijriah sering digunakan untuk menandai waktu dalam konteks agama Islam.

Penggunaan kalender lunar sangat penting untuk menentukan waktu perayaan keagamaan seperti Ramadan, karena panjang bulan dalam sistem ini umumnya lebih pendek dibandingkan dengan kalender matahari.

Fungsi Kalender Matahari

Kalender matahari, di sisi lain, berfokus pada perputaran bumi mengelilingi matahari dengan satu tahun memiliki 365 hari. Pembagian bulan dalam kalender ini lebih stabil dibandingkan dengan kalender lunar.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Penggunaan kalender matahari menjadi dominan secara global, termasuk di Indonesia, untuk kegiatan sehari-hari seperti penentuan hari Tahun Baru yang jatuh pada 1 Januari.

Konsistensi dalam perhitungan waktu pada kalender matahari juga memungkinkan penentuan tanggal perayaan besar, seperti Natal, selalu jatuh pada hari yang sama setiap tahun.

Pengaruh Kalender terhadap Ramadan

Penggunaan kalender lunar untuk menentukan Ramadan membawa dampak signifikan, salah satunya adalah perpindahan waktu pelaksanaan Ramadan dari satu tahun ke tahun berikutnya. Dengan sistem ini, Ramadan dapat terjadi di berbagai musim.

Sebagai contoh, pada tahun 2023, Ramadan jatuh pada bulan Maret hingga April, tetapi pada tahun-tahun mendatang bisa berlangsung di musim panas atau bahkan musim dingin.

Dampak ini memberikan pengalaman berpuasa yang bervariasi bagi umat Islam, di mana durasi puasa bisa lebih panjang atau pendek tergantung pada waktu terbenam dan terbitnya matahari.

Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perbandingan Kalender Lunar dan Matahari dalam Penentuan Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!