BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 25 JANUARI 2026 • 19:44 WIB

Tragedi Penembakan Perawat ICU di Minneapolis Menyulut Protes Besar-besaran

Tragedi Penembakan Perawat ICU di Minneapolis Menyulut Protes Besar-besaranTragedi Penembakan Perawat ICU di Minneapolis Menyulut Protes Besar-besaran

Agen imigrasi AS menembak mati Alex Pretti, seorang perawat ICU di Minneapolis, pada 25 Januari 2026. Peristiwa tragis ini memicu reaksi luas di tengah protes terhadap kebijakan imigrasi yang keras.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern: Tips untuk Generasi Muda

Pretti, 37 tahun, dikenal sebagai sosok yang peduli, menghadapi sudut pandang berbeda dari pihak berwenang setelah kematiannya. Keluarga dan rekan kerjanya kini berjuang untuk membersihkan namanya dari tuduhan yang tidak berdasar.

Profil Alex Pretti

Alex Pretti adalah perawat ICU yang dikenal karena kepeduliannya terhadap pasien, khususnya veteran. Ia menyelesaikan pendidikan keperawatan setelah lulus dari sekolah menengah di Green Bay, Wisconsin, pada tahun 2006.

Keluarganya menjelaskan bahwa Pretti bertekad untuk membuat 'perbedaan di dunia'. Seperti yang dinyatakan orang tuanya, 'Pretti adalah jiwa yang baik hati yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya'.

Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Kronologi Penembakan

Penembakan yang menewaskan Pretti terjadi di tengah demonstrasi menentang tindakan keras imigrasi. Beberapa saksi melaporkan bahwa saat insiden terjadi, Pretti berusaha melindungi seorang wanita yang terjatuh.

Keluarga Pretti mengekspresikan kekhawatiran mereka mengenai gambaran yang disajikan oleh pemerintah tentang putra mereka. Mereka menolak klaim bahwa Alex membawa senjata dan menyebut pernyataan tersebut sebagai 'kebohongan menjijikkan'.

Reaksi dan Dampak

Kematian Alex Pretti telah memicu protes besar-besaran dan kecaman dari pejabat lokal. Banyak masyarakat menilai penembakan ini sebagai bagian dari pola lebih luas dalam penerapan hukum imigrasi oleh pemerintah.

Dimitri Drekonja, Kepala Bagian Penyakit Menular di rumah sakit VA Minneapolis, mengenang Pretti sebagai sosok yang baik dan ramah. Ia mengungkapkan, 'Kami sering mengobrol di antara pasien tentang rencana bersepeda gunung bersama. Sekarang tidak akan pernah terjadi.'

Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Tanpa Kata-kata

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tragedi Penembakan Perawat ICU di Minneapolis Menyulut Protes Besar-besaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!