Konsumsi Minuman Manis: Ancaman Tersembunyi untuk Kesehatan Ginjal
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memberikan peringatan serius mengenai risiko konsumsi minuman manis kemasan yang dapat berkontribusi pada kerusakan ginjal. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir setengah dari penduduk Indonesia berusia di atas tiga tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Hal ini menekankan pentingnya mengurangi asupan gula harian, terutama mengingat bahwa satu kemasan minuman dapat mengandung hingga 35 gram gula. Peringatan ini dikeluarkan untuk mencegah potensi risiko diabetes dan masalah ginjal lebih serius di kemudian hari.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa sekitar 47,5 persen penduduk berusia di atas tiga tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari. Jumlah yang signifikan ini menunjukkan bahwa kebiasaan ini telah menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari masyarakat.
Selain itu, 43,3 persen populasi mengonsumsi minuman manis satu hingga enam kali dalam seminggu. Hanya 9,2 persen yang tercatat mengonsumsi dengan frekuensi lebih rendah, menggambarkan bahwa ketergantungan pada produk-produk manis semakin meningkat.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, 'Minuman kemasan manis mana nih yang kamu paling sering minum? Hati-hati ya bisa kena gagal ginjal.' Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan asupan gula yang berlebihan.
Ia juga menekankan bahwa batas konsumsi gula harian untuk orang dewasa adalah 50 gram. Mengingat satu kemasan minuman bisa memenuhi setengah dari jumlah ini, hal ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap semua sumber asupan gula dalam diet sehari-hari.
Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa beberapa produk yang mengklaim sebagai jus buah sering kali mengandung kadar gula jauh lebih tinggi dari yang seharusnya. Hal ini berpotensi menyebabkan kelebihan gula di dalam tubuh, yang dapat memicu diabetes.
"Diabetes sering jadi awal masalah ginjal yang berujung pada cuci darah dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia," tuturnya. Menteri Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk memakai layanan cek kesehatan gratis di puskesmas, terutama bagi kelompok usia di atas 40 tahun, untuk memantau kadar gula darah.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: