Menyikat Gigi: Kunci untuk Mencegah Pneumonia di Rumah Sakit
Penelitian yang dilakukan oleh Harvard menyatakan bahwa menyikat gigi dua kali sehari dapat menurunkan risiko pneumonia pada pasien rawat inap secara signifikan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Temuan ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan mulut sangat penting untuk meningkatkan kesehatan pasien di rumah sakit.
Menyikat gigi secara teratur membantu mengurangi bakteri yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Dr. Tien Jiang, pengajar di Harvard, menegaskan bahwa, "Menyikat gigi membantu menghilangkan bakteri yang dapat memicu berbagai dampak kesehatan serius. Itu sangat masuk akal."
Peneliti menemukan bahwa plak gigi bersifat lengket, dan berkumur saja tidak cukup untuk membersihkan mulut. "Hanya dengan menyikat gigi, bakteri tersebut bisa benar-benar disingkirkan," jelas Dr. Jiang.
Data dari Agency for Healthcare Research and Quality menunjukkan bahwa pneumonia menjadi infeksi umum di kalangan pasien rumah sakit, dengan lebih dari 633 ribu kasus tercatat di Amerika.
Baca juga: Tips Aman Berolahraga untuk Menghindari Cedera
Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis 15 uji klinis yang melibatkan hampir 2.800 pasien dengan kondisi kritis. Uji klinis ini membandingkan efektivitas menyikat gigi pada pasien siang dan malam.
Hasil menunjukkan bahwa pasien yang menyikat gigi dua kali sehari memiliki risiko 33 persen lebih rendah untuk mengembangkan pneumonia akibat perawatan rumah sakit. Selain itu, pasien yang menggunakan ventilator juga menunjukkan peningkatan kesehatan yang signifikan.
Secara keseluruhan, penelitian menemukan adanya penurunan 19 persen pada risiko kematian di ICU dan waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien yang menjaga kebiasaan menyikat gigi.
Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah penggabungan banyak studi dalam analisis besar, sebuah pencapaian yang mengesankan dalam bidang kedokteran gigi. Dr. Jiang mencatat, "Dalam bidang kedokteran gigi, memiliki 15 uji klinis acak adalah pencapaian luar biasa."
Meski demikian, teknik menyikat gigi bisa bervariasi di masing-masing rumah sakit. Penelitian ini tidak dapat dilakukan secara 'blind', yang mungkin mempengaruhi perilaku tenaga medis dalam menilai efisiensi perawatan.
Pneumonia sering kali terjadi akibat kuman dari mulut yang terhirup, dengan risiko yang meningkat pada pasien ventilator. Dr. Jiang menjelaskan, "Pasien yang menggunakan ventilator kehilangan mekanisme alami untuk membersihkan saluran napas atas."
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: