Kacamata Hitam Emmanuel Macron Jadi Sorotan di Davos, Ini Penyebab Mata Merahnya
Penampilan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan saat Forum Ekonomi Dunia di Davos menarik perhatian banyak orang, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
Kacamata tersebut menjadi pusat perhatian setelah terungkap bahwa Macron mengalami kondisi mata merah akibat perdarahan subkonjungtiva, yang merupakan kondisi umum dan tidak berbahaya.
Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva, lapisan yang melapisi bagian putih mata, pecah. Meskipun tampak mencolok dengan warna merah, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatan mata secara keseluruhan.
Dokter spesialis mata, Edmund Tsui, MD, menjelaskan bahwa kondisi ini bukanlah indikasi cedera serius. 'Meski terlihat dramatis, perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memengaruhi penglihatan,' katanya.
Sebagian besar orang dewasa, terutama yang lebih tua, dapat mengalami kondisi ini tanpa penyebab yang jelas dan seringkali tidak memerlukan pengobatan khusus. Proses penyembuhan alami juga akan mengubah warna merah menjadi kuning atau kehijauan seiring waktu.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Ciri-ciri perdarahan subkonjungtiva mencakup bercak merah terang pada bagian putih mata, yang terlihat menyebar merata tanpa disertai nyeri atau gangguan penglihatan. Hal ini membuatnya sering kali tidak disadari oleh pengidapnya.
Beberapa penyebab umum dari kondisi ini termasuk peningkatan tekanan mendadak pada pembuluh darah akibat batuk keras, bersin, muntah, atau saat mengangkat beban berat. Paparan iritasi dari lensa kontak juga dapat memicu kondisi ini.
Dalam banyak kasus, perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi tanpa adanya pemicu yang jelas, dan ini membuat diagnosis menjadi lebih kompleks.
Sebagian besar kasus perdarahan subkonjungtiva tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika mata merah disertai rasa nyeri atau gangguan penglihatan, atau jika terjadi setelah cedera, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Kondisi ini juga perlu evaluasi lebih lanjut jika sering kambuh tanpa penyebab yang jelas. 'Jika kondisi ini terjadi berulang, dokter perlu menilai kemungkinan adanya masalah tekanan darah atau gangguan pembekuan darah,' jelas Tsui.
Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan perdarahan subkonjungtiva mencakup tekanan darah tinggi, diabetes, dan penggunaan obat pengencer darah. Melakukan pemeriksaan berkala dapat membantu mendiagnosis masalah tersebut lebih awal.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: