Kota-kota yang Terancam Tenggelam akibat Perubahan Iklim
Perubahan iklim berdampak besar pada berbagai kota di seluruh dunia, banyak di antaranya terancam tenggelam akibat meningkatnya permukaan laut.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial Masyarakat
Kota-kota seperti Venesia dan Jakarta menghadapi kenyataan bahwa upaya penyelamatan mungkin sudah terlambat.
Meningkatnya suhu bumi akibat perubahan iklim berkorelasi langsung dengan pencairan es di kutub. Hal ini menyebabkan permukaan air laut meningkat secara global, memengaruhi ekosistem pesisir dan kota-kota besar.
Berdasarkan laporan panel inter pemerintah tentang perubahan iklim (IPCC), permukaan laut diperkirakan akan meningkat antara 0,3 hingga 1 meter pada tahun 2100 jika tidak ada langkah signifikan yang diambil untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Kenaikan permukaan laut ini menjadikan kota-kota besar yang terletak di tepi pantai sangat rentan terhadap banjir dan potensi tenggelam.
Baca juga: Sarapan Sehat: Kunci Performansi Optimal Petinju
Venesia, Italia, adalah contoh nyata dari kota yang menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya permukaan air. Sebagian besar wilayah Venesia berada di bawah level permukaan laut, dan fenomena 'acqua alta' sering kali terjadi.
Di sisi lain, Jakarta, Indonesia, mengalami tenggelam hingga 25 sentimeter per tahun. Hal ini disebabkan oleh penurunan tanah yang berasal dari ekstraksi air tanah dan tekanan terhadap pembangunan infrastruktur.
Kota-kota lain seperti Dhaka di Bangladesh dan Bangkok di Thailand juga tengah berjuang melawan banjir yang disebabkan oleh hujan ekstrem.
Berbagai kota di seluruh dunia telah berusaha menerapkan solusi seperti pembangunan dinding laut dan peningkatan sistem drainase. Namun, banyak dari upaya ini terbentur oleh batasan biaya dan kemampuan teknologi yang ada.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa meskipun ada investasi dalam infrastruktur, banyak kota masih gagal memperlambat laju tenggelam.
Pertanyaan tentang masa depan penduduk kota-kota ini menjadi semakin mendesak, terutama seiring dengan cepatnya perubahan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: