Ancaman Produk Tiruan Matcha Jepang, Tantangan bagi Pengusaha Lokal
Budaya matcha Jepang, yang kaya akan sejarah selama lebih dari 400 tahun, kini terancam oleh meningkatnya produk tiruan dari China.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial Masyarakat
Matsatsugu Nonomura dari Marukyu Koyamaen menekankan kualitas matcha asli yang tak tertandingi dibandingkan produk tiruan yang beredar di pasaran.
Popularitas matcha latte dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lonjakan yang signifikan, dikarenakan daya tarik visual dan rasa yang lezat serta manfaat kesehatan yang dipercaya menyertainya.
Namun, lonjakan permintaan ini menciptakan tantangan bagi petani Jepang untuk memenuhi kebutuhan pasokan, mengingat bahwa tanaman teh hijau memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan proses produksinya yang rumit.
Nonomura menyatakan, "Matcha kami, Isuzu, memiliki warna yang sangat indah dan aroma yang benar-benar luar biasa", menyoroti perbedaan yang jelas antara matcha asli dan tiruan.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Kekhawatiran terhadap produk berkualitas rendah dari China sering kali dilabeli sebagai matcha Jepang, membingungkan para konsumen dan merugikan reputasi produk asli.
Nonomura menambahkan, "Para produsen bekerja tanpa lelah untuk menyediakan produk premium bagi konsumen", mencerminkan kekhawatiran industri terhadap dampak dari pemalsuan yang merugikan.
Seiring dengan tantangan tersebut, kementerian pertanian Jepang mengambil langkah-langkah untuk mendaftarkan merek di luar negeri guna menjaga keaslian matcha.
Meskipun istilah 'matcha' tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang, nama-nama tertentu seperti 'Uji matcha' sudah diakui dan dilindungi oleh peraturan yang berlaku.
Kementerian Pertanian Jepang juga aktif menanggulangi produk palsu yang merugikan pasar dengan melobi pihak berwenang di negara lain, termasuk China.
Menurut Nonomura, penting untuk produsen China mengedepankan transparansi dalam branding jika mereka ingin bersaing secara adil di pasar internasional.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: