BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 20:31 WIB

Fenomena FOMO: Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Mental di Era Digital

Fenomena FOMO: Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Mental di Era DigitalFenomena FOMO: Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Mental di Era Digital

FOMO atau Fear of Missing Out merupakan istilah yang kini semakin akrab di telinga masyarakat, terutama di era digital yang berkembang pesat. Rasa cemas yang ditimbulkan oleh perasaan tertinggal dari pengalaman orang lain telah menjadi bagian signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Menciptakan Suasana Cozy di Kamar Kecil

Tekanan untuk selalu terlibat dalam informasi dan pengalaman yang dibagikan di media sosial tidak jarang mengganggu momen berharga yang sedang dijalani. Ini menunjukkan dampak yang mendalam terhadap kesejahteraan mental individu.

Definisi dan Asal Usul FOMO

FOMO, sebuah ketidaknyamanan yang muncul dari ketakutan melewatkan hal-hal penting, semakin dikenal berkat kemajuan teknologi dan media sosial. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Dan Herman pada tahun 2004 dan seiring waktu berkembang menjadi isu yang lebih kompleks di kalangan masyarakat.

Fenomena ini erat kaitannya dengan kecemasan sosial yang dialami banyak individu. Dalam masyarakat saat ini, banyak orang mengalami perasaan tidak puas terhadap hidup mereka akibat perbandingan dengan kehidupan orang lain yang terlihat lebih menarik di media sosial.

FOMO dapat muncul dalam berbagai konteks, mulai dari kegiatan sosial hingga pengalaman liburan dan tren fashion. Rasa tidak puas ini bisa timbul meskipun secara objektif tidak ada yang kurang dalam kehidupan seseorang.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dampak Psikologis dari FOMO

Salah satu dampak serius dari FOMO adalah peningkatan tingkat kecemasan dan stres. Keterikatan yang tinggi terhadap media sosial dan keinginan untuk selalu terhubung dapat menyebabkan individu merasa tertekan, terutama saat melihat kebahagiaan orang-orang di sekitar mereka.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa individu yang mengalami FOMO cenderung memiliki tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi. Mereka sering merasa terasing meski dikelilingi oleh banyak kesempatan.

Lebih jauh, FOMO dapat memicu perilaku tidak sehat, termasuk menghabiskan waktu yang berlebihan di platform media sosial. Hal ini berpotensi mengganggu keseimbangan emosi dan dapat berkontribusi pada masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Strategi Mengatasi FOMO

Ada berbagai cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi FOMO dan menciptakan kehidupan yang lebih tenang. Salah satu cara yang efektif adalah dengan membatasi penggunaan media sosial, sehingga individu dapat mengurangi frekuensi melihat aktivitas yang berkaitan dengan orang lain.

Selanjutnya, penting bagi setiap individu untuk menyadari makna dari pengalaman yang dimiliki. Daripada membandingkan diri dengan orang lain, menghargai setiap momen dapat membantu meredakan kecemasan yang tidak perlu.

Menerapkan gaya hidup seimbang dengan melakukan aktivitas offline seperti berolahraga atau bersosialisasi secara langsung juga merupakan cara yang ampuh untuk merasa lebih terhubung dengan diri sendiri dan meningkatkan kepuasan hidup.

Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena FOMO: Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Mental di Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!