Kemenkes Tingkatkan Penanganan Penyakit Menular di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penanganan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di daerah terdampak bencana di Sumatera.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya risiko penyebaran penyakit menular di tiga provinsi yang terdampak bencana.
Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan untuk mengatasi risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menanggulangi meningkatnya kasus penyakit menular akibat bencana di wilayah tersebut.
Pelaksanaan imunisasi di daerah bencana menghadapi tantangan, terutama kerusakan fasilitas penyimpanan vaksin.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya
Banyak puskesmas yang terdampak, menyebabkan lemari pendingin untuk menyimpan vaksin tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, pasokan listrik yang belum pulih di sejumlah lokasi semakin mempersulit situasi.
Indri menyebutkan, "Vaksin harus disimpan dalam kondisi suhu tertentu sebelum digunakan. Sekarang proses pemulihan listrik di puskesmas masih berjalan."
Kemenkes berupaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan efektif.
Indri menambahkan bahwa mereka akan melaksanakan desk koordinasi dengan Pemerintah Aceh, yang saat ini mengalami kondisi terberat akibat bencana.
Fokus utama penanganan adalah pelaksanaan imunisasi tambahan di pos pengungsian dan desa-desa terdampak, serta di daerah yang termasuk dalam kategori suspek penyakit seperti difteri dan campak.
Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: