Bahaya Tersembunyi Posisi Duduk Meringkuk di Pesawat
Tren duduk meringkuk di pesawat semakin ramai diperbincangkan di media sosial, dengan klaim banyak orang bahwa posisi ini membuat penerbangan terasa lebih nyaman.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa posisi yang terlihat santai ini dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama pada penerbangan jarak jauh.
Duduk meringkuk, yang sering diperlihatkan dalam berbagai video di platform TikTok, merupakan posisi dengan kaki terangkat ke bangku depan dan lutut dirapatkan ke tubuh.
Meskipun banyak pengguna mengklaim posisi ini sebagai cara terbaik untuk tidur selama penerbangan, ada laporan mengenai beberapa penumpang yang ditegur oleh kru pesawat akibat mencoba posisi tersebut.
Carole Lieberman, seorang pakar kesehatan, menekankan bahwa duduk dalam posisi meringkuk dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang serius saat terbang jarak jauh.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
"Tren ini sangat berbahaya karena membuat kaki berada dalam posisi terkompresi dengan ketat," jelas Lieberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi meringkuk dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah, atau dikenal sebagai Deep Vein Thrombosis (DVT), yang dapat menghalangi aliran darah, terutama di kaki.
Meskipun DVT tidak selalu berakibat fatal, Lieberman memperingatkan bahwa gumpalan darah yang tercipta bisa terbawa aliran darah menuju paru-paru, mengakibatkan embolisme paru.
Menurut Cleveland Clinic, penting bagi penumpang untuk menyadari bahwa meskipun posisi ini terlihat menguntungkan, risiko kesehatan yang ditimbulkannya jauh lebih besar.
Oleh karena itu, menghindari posisi duduk meringkuk, terutama pada penerbangan jarak jauh, sangatlah disarankan demi menjaga kesehatan selama perjalanan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: