Tahun Baru: Antara Harapan dan Pikiran Negatif
Momen menjelang tahun baru sering kali menghadirkan refleksi mendalam bagi banyak individu, berkaitan dengan pencapaian serta aspirasi yang ingin diraih di tahun mendatang.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Namun, kenyataan ini juga dapat memicu overthinking, yakni pikiran yang berputar-putar tanpa henti, yang dijelaskan melalui sudut pandang psikologis.
Setiap menjelang tahun baru, masyarakat umum merasa dorongan untuk menetapkan resolusi yang lebih baik dari sebelumnya. Harapan yang tinggi ini sering kali tidak sejalan dengan kenyataan yang dihadapi, yang bisa menimbulkan kecemasan.
Menurut para psikolog, fenomena ini dikenal dengan istilah 'perbandingan sosial'. Ketika individu melihat pencapaian orang lain yang tampak lebih unggul, perasaan tidak puas dan ketidakcukupan sering kali menyusul, yang mengarahkan pada overthinking.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
Memasuki tahun baru, banyak orang melakukan refleksi diri, mengevaluasi pencapaian dan kekurangan yang dialami. Mempertimbangkan hal-hal yang belum tercapai dapat memperkuat siklus pikiran negatif di dalam diri seseorang.
Proses berpikir ini dapat menghasilkan keraguan diri dan ketidakpuasan, yang berkontribusi terhadap overthinking. Komentar atau umpan balik dari orang lain juga sering kali memperburuk beban mental yang sudah ada.
Salah satu strategi untuk mengatasi overthinking adalah dengan menetapkan resolusi yang realistis. Daripada mencoba mengejar segalanya secara bersamaan, lebih baik fokus pada satu atau dua tujuan yang dapat dicapai secara bertahap.
Latihan mindfulness juga sangat penting, karena kemampuan untuk tetap hadir dalam momen saat ini dapat mengurangi beban pikiran. Membahas perasaan dengan teman atau berpartisipasi dalam kelompok dukungan juga efektif dalam mengurangi tekanan saat menghadapi tahun baru.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: