Penemuan Punden Berundak Besar di Situs Cibalay, Bogor: Jejak Awal Candi Prasejarah
Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat baru-baru ini menemukan punden berundak besar di Situs Cibalay, Bogor. Temuan ini memiliki tinggi sekitar 20 meter dan terdiri dari tujuh sampai sepuluh teras, diyakini sebagai cikal bakal arsitektur candi di Indonesia.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Ketua Tim Delineasi, Lia Nuri Rahmawati, menyatakan bahwa penemuan ini mengejutkan karena terungkap menjelang akhir kegiatan. Situs ini juga dikenal sebagai kawasan pemujaan leluhur, mencerminkan kekayaan tradisi budaya megalitik Nusantara.
Ketua Tim Delineasi, Lia Nuri Rahmawati, menjelaskan, "Temuan ini menjadi kejutan besar bagi tim, terutama karena ditemukan menjelang akhir kegiatan." Struktur punden berundak ini mencerminkan modifikasi kontur alam yang jelas, menggambarkan praktik ritual masyarakat prasejarah.
Pada kegiatan delineasi dan inventarisasi potensi cagar budaya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tim menemukan punden berundak sebagai bagian dari 38 titik potensi cagar budaya yang diinventarisasi, di mana 33 di antaranya adalah penemuan baru.
Situs Cibalay sendiri dikenal sebagai kawasan pemujaan leluhur yang menggambarkan tradisi budaya megalitik di Indonesia.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty, menegaskan, "Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam perlindungan cagar budaya." Mengingat kawasan tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan geopark di Kabupaten Bogor, delineasi ini sangat diperlukan.
Retno melanjutkan bahwa delineasi berfungsi untuk memperjelas batas budaya, menentukan zona perlindungan, dan memastikan pemanfaatan situs sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Sinergi lintas sektor dianggap kunci dalam kesuksesan kegiatan ini, melibatkan Kementerian Kebudayaan RI, Kementerian Kehutanan, akademisi, serta masyarakat setempat.
Temuan punden berundak ini tak hanya memberikan wawasan baru tentang sejarah arsitektur Indonesia, namun juga membuka peluang bagi penelitian lanjutan. Struktur ini dianggap sebagai bentuk arsitektur sakral tertua di Indonesia yang berkembang sejak masa prasejarah.
Dipandang sebagai cikal bakal arsitektur candi pada periode setelah Hindu-Buddha, temuan ini memberikan dasar yang kuat bagi pemahaman lebih lanjut mengenai perkembangan arsitektur di Indonesia.
Hasil akhir dari kegiatan delineasi ini berupa peta rekomendasi batas kawasan budaya yang diharapkan dapat menjadi panduan bagi pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak dalam pelestarian dan pengelolaan kawasan budaya.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Tanpa Kata-kata
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: