Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut Masuk Lima Besar Penyakit di Indonesia
Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia menjadi perhatian serius, sebagaimana dibuktikan oleh data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Dalam program cek kesehatan gratis, penyakit ini berada di urutan lima besar yang terdeteksi, menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi di masyarakat.
Menurut dr Elvieda Sariwati, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, sebanyak 63,5 juta orang telah menjalani pemeriksaan dalam program cek kesehatan gratis.
Hasilnya menunjukkan bahwa satu dari dua peserta mengalami masalah gigi, seperti gigi berlubang dan gigi goyang. Ini mengindikasikan tingginya angka masalah kesehatan mulut di kalangan masyarakat.
Data menunjukkan, prevalensi masalah gigi meningkat dengan bertambahnya usia, menciptakan dampak yang lebih signifikan di kelompok usia lanjut.
Baca juga: Fengshui Meja Kerja: Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memprediksi biaya untuk menangani masalah gigi akan mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun 2030.
Angka ini menandakan beban yang semakin meningkat pada sistem kesehatan negara, sekaligus menjadi tantangan untuk pemerintah dalam menyediakan layanan yang memadai.
Ketua Umum PB PDGI, drg Usman Sumantri, mengungkapkan bahwa sekitar 82% masyarakat mengalami karies gigi, dan 74,1% menderita penyakit periodontal, menunjukkan tingginya kebutuhan untuk intervensi kesehatan.
Pemerintah mengembangkan rencana aksi nasional yang berfokus pada empat pilar untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Langkah-langkah ini termasuk tata kelola yang lebih baik dan promosi kesehatan di seluruh masyarakat, khususnya di sekolah-sekolah.
Kemenkes juga menyediakan bahan ajar yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan, dengan perhatian khusus untuk penyandang disabilitas. Lebih dari 300.000 posyandu dan 1,5 juta kader dikerahkan untuk meningkatkan kesehatan secara langsung.
Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: