Kebiasaan Makan Sendiri Berpotensi Bahayakan Kesehatan Lansia
Kebiasaan makan sendiri yang semakin meningkat di kalangan berbagai usia berpotensi membahayakan kesehatan fisik dan mental.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa frekuensi makan sendirian dapat memicu risiko kesehatan yang serius, terutama pada individu lansia.
Lansia yang terbiasa makan sendiri cenderung mengalami penurunan kualitas pola makan. Mereka sering kali mengonsumsi makanan yang kurang bergizi, dengan penurunan asupan protein dari 58 gram menjadi 51 gram per hari, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik.
Penurunan asupan nutrisi ini memicu hilangnya massa otot dan melemahnya kekuatan tubuh. Akibatnya, risiko ketergantungan pada orang lain pun meningkat secara signifikan.
Studi tersebut juga mencatat bahwa kebiasaan makan sendiri membuat lansia lebih cenderung memilih makanan siap saji. Di Swedia, mereka yang makan sendiri tercatat mengonsumsi makanan siap saji empat kali lebih banyak dibanding yang makan bersama, yang seringkali tinggi garam dan gula.
Baca juga: Fengshui Meja Kerja: Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas
Kebiasaan makan sendiri tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki dampak psikologis yang signifikan. Hilangnya rutinitas sosial saat makan mengurangi motivasi untuk memilih makanan yang lebih sehat.
Peneliti menekankan bahwa aspek sosial dalam kebiasaan makan sangat penting dalam mendorong pola makan yang baik.
Makan sendirian membawa beban psikologis tersendiri dan menghilangkan isyarat sosial yang mendorong seseorang untuk makan lebih banyak dan memilih makanan yang lebih baik serta bernutrisi.
Frailty merupakan sindrom yang menunjukkan menurunnya kekuatan dan kemampuan tubuh untuk pulih dari tekanan. Kondisi ini berhubungan erat dengan peningkatan risiko jatuh, disabilitas, dan hilangnya kemandirian.
Berkaitan dengan itu, para ahli merekomendasikan agar dokter dan tenaga medis mulai memperhatikan kebiasaan makan pasien lansia selama pemeriksaan rutin. Selain itu, keluarga diharapkan lebih aktif mengajak anggota keluarga untuk makan bersama.
Makan bersama tidak hanya bermanfaat bagi lansia, tetapi juga semua kelompok umur. Interaksi sosial saat makan dianggap sebagai langkah sederhana yang menawarkan manfaat besar bagi kesehatan.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: