BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 13:08 WIB

Kemajuan Teknologi Nuklir dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Forum NUTEC Plastics 2025

Kemajuan Teknologi Nuklir dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Forum NUTEC Plastics 2025Kemajuan Teknologi Nuklir dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Forum NUTEC Plastics 2025

BRIN, melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), mengungkapkan kemajuan signifikan dalam teknologi nuklir untuk pengelolaan sampah plastik di forum NUTEC Plastics 2025 di Manila, Filipina.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?

Forum ini menekankan pentingnya daur ulang plastik berbasis radiasi dan pemantauan mikroplastik laut menggunakan teknik analisis nuklir.

Inovasi Teknologi untuk Penanganan Sampah Plastik

Dalam forum NUTEC Plastics, Kepala ORTN BRIN Syaiful Bakhri menegaskan komitmen Indonesia untuk menghadirkan solusi berbasis sains bagi tantangan pencemaran plastik.

"Sebagai salah satu negara percontohan, Indonesia berkomitmen menghadirkan inovasi yang nyata dan berdampak," ujar Syaiful, merujuk pada upaya signifikan yang telah dilakukan.

Salah satu pencapaian Indonesia adalah pengembangan compatibilizer dari sampah plastik daur ulang untuk aplikasi Wood-Plastic Composite (WPC), saat ini sudah berada pada tahap prototipe skala teknis atau Technology Readiness Level (TRL) 5.

Inovasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Pendekatan Utama dalam Pengelolaan Mikroplastik

BRIN menyoroti dua pendekatan utama dalam forum ini: daur ulang plastik berbasis radiasi dan pemantauan mikroplastik laut menggunakan teknik analisis nuklir.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Syaiful menjelaskan, "Daur ulang plastik berbasis radiasi memungkinkan limbah plastik diubah menjadi material industri bernilai tambah," hal ini menjadi langkah penting dalam menghadapi polusi plastik.

Dengan dukungan dari IAEA, NUTEC Plastics melibatkan 53 negara dalam program daur ulang dan 102 negara dalam pemantauan mikroplastik laut.

Program ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi internasional dalam penanganan masalah lingkungan yang mendesak.

Kerja Sama Internasional dan Tantangan yang Dihadapi

Indonesia berkolaborasi dengan beberapa negara seperti Argentina, Malaysia, dan Filipina dalam demonstrasi teknologi menuju skala industri percontohan.

"IAEA menyediakan perangkat analitis untuk menilai sirkularitas plastik dan tingkat kematangan teknologi," jelas Syaiful, menyoroti pentingnya dukungan internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemajuan Teknologi Nuklir dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Forum NUTEC Plastics 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!