BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 14:40 WIB

Ketegangan Kebijakan Insentif Otomotif 2026: Menko Perekonomian vs Menperin

Ketegangan Kebijakan Insentif Otomotif 2026: Menko Perekonomian vs MenperinKetegangan Kebijakan Insentif Otomotif 2026: Menko Perekonomian vs Menperin

Perselisihan mengenai kebijakan insentif industri otomotif tahun 2026 mencuat antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan

Menko Airlangga menyatakan bahwa sektor otomotif tidak memerlukan insentif pada tahun mendatang, sementara Menperin menilai insentif tersebut merupakan suatu keharusan.

Pernyataan Menko Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pada Rabu, 26 November 2025, bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif untuk sektor otomotif pada tahun 2026.

Menurutnya, kondisi industri otomotif saat ini masih menunjukkan pertumbuhan positif, sehingga insentif dinilai tidak diperlukan. Hal ini sejalan dengan keberhasilan acara Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) yang sukses menarik perhatian masyarakat dan mencerminkan kekuatan sektor otomotif.

Pendapat Menperin Agus Gumiwang

Sebaliknya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa saat ini sedang disusun detail insentif untuk sektor otomotif, yang ia anggap sebagai langkah yang penting.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Ia menyatakan, "Ya sekarang sedang kita susun, dan insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting." Agus lebih lanjut menjelaskan bahwa dukungan baik secara fiskal maupun nonfiskal untuk sektor otomotif bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan mendasar untuk mendorong pertumbuhan industri.

Strategi dan Kedepannya

Menperin menekankan bahwa kepada kebutuhan insentif otomotif sejalan dengan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang memprioritaskan analisis hubungan setiap kegiatan manufaktur.

Ia menjelaskan, "Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) itu strateginya kita melihat backward dan forward linkage dari setiap kegiatan manufaktur." Dalam hal ini, sektor otomotif disebut menempati posisi paling dominan berkat keterkaitannya dengan banyak industri pendukung seperti komponen, logistik, hingga layanan purnajual.

Insentif yang Masih Dirahasiakan

Agus Gumiwang juga menegaskan bahwa pemerintah bersiap untuk menentukan insentif bagi sektor otomotif pada tahun 2026, meskipun ia belum mengungkapkan jenis atau bentuk insentif tersebut.

Ia mengatakan, "Jadi, memang pemerintah itu memang sudah seharusnya juga untuk menyiapkan insentif untuk sektor otomotif untuk tahun 2026." Ia menambahkan, "Jangan tanya jenis insentifnya, bentuk insentifnya, itu sekarang sedang kita susun. Jangan tanya jenisnya, jangan tanya bentuknya, sedang kita susun."

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ketegangan Kebijakan Insentif Otomotif 2026: Menko Perekonomian vs Menperin

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!