BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 18:05 WIB

Penyakit Alzheimer di Indonesia: Tantangan dan Upaya Pencegahan

Penyakit Alzheimer di Indonesia: Tantangan dan Upaya PencegahanPenyakit Alzheimer di Indonesia: Tantangan dan Upaya Pencegahan

Alzheimer telah menjadi perhatian serius di Indonesia, dengan lebih dari 4,2 juta penduduk terdiagnosis penyakit ini, menurut data Kementerian Kesehatan. Penurunan fungsi kognitif yang ditimbulkannya menjadi tantangan kesehatan yang signifikan bagi populasi lanjut usia yang terus meningkat.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern: Tips untuk Generasi Muda

DR. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer(K) dari UGM, menyebut Alzheimer sebagai penyakit degeneratif yang mempengaruhi fungsi otak. Gejala yang muncul, seperti penurunan memori dan kemampuan berpikir, berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya.

Risiko dan Gejala Alzheimer

Penyakit Alzheimer sering diakibatkan oleh kerusakan jaringan otak, yang mengganggu saluran komunikasi antar sel saraf. Hal ini dapat memperlambat proses berpikir, yang berdampak negatif pada kualitas hidup individu.

DR. Probo mengidentifikasi 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena Alzheimer. Di antaranya adalah diabetes, hipertensi, gangguan pendengaran, serta kurangnya aktivitas fisik.

Walaupun faktor-faktor tersebut tidak menjamin seseorang akan mengidap Alzheimer, perhatian terhadap risiko ini sangat penting dalam upaya mencegah demensia. Upaya pencegahan melalui gaya hidup sehat dapat berkontribusi besar.

Baca juga: Fengshui Meja Kerja: Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas

Pentingnya Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik terbukti sebagai salah satu cara paling efektif untuk menunda onset Alzheimer. Berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat berdampak positif besar bagi kesehatan otak.

DR. Probo merekomendasikan target langkah harian antara 3.000 hingga 5.000 langkah untuk lansia, sedangkan untuk individu yang lebih muda disarankan antara 5.000 hingga 7.000 langkah. Aktivitas ini dapat dilakukan secara teratur sepanjang hari.

Waktu ideal untuk melakukan aktivitas fisik adalah antara pukul 07.00 hingga 10.00, ketika paparan sinar matahari dapat membantu memperbaiki suasana hati dan kualitas tidur.

Metode Pencegahan 'MAS OK'

Sebagai langkah pencegahan, DR. Probo memperkenalkan metode 'MAS OK', yang terdiri dari kebiasaan membaca, keterlibatan dalam kegiatan spiritual, serta aktivitas seni dan sosial. Metode ini tidak hanya merangsang otak tetapi juga mendukung kesehatan mental.

Ia juga menjelaskan pola hidup sehat yang dikenal dengan rumus 'OK'. Pola ini mencakup pengobatan rutin, kontrol kesehatan berkala, dan interaksi sosial yang konsisten, mengedepankan kesejahteraan hidup secara keseluruhan.

Dengan penerapan metode dan pola hidup sehat, diharapkan angka penderita Alzheimer di Indonesia dapat berkurang dan kualitas hidup penderitanya meningkat.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penyakit Alzheimer di Indonesia: Tantangan dan Upaya Pencegahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!