BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 21:45 WIB

Depresi di Jakarta: Angka Prevalensi Mengkhawatirkan dan Tantangan Pengobatan

Depresi di Jakarta: Angka Prevalensi Mengkhawatirkan dan Tantangan PengobatanDepresi di Jakarta: Angka Prevalensi Mengkhawatirkan dan Tantangan Pengobatan

Sebanyak 1,5 persen penduduk DKI Jakarta yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi, melampaui angka nasional yang tercatat sebesar 1,4 persen.

Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu

Data ini diungkapkan oleh Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kementerian Kesehatan, Yunita Arihandayani, dalam sebuah diskusi daring.

Prevalensi Depresi di Jakarta dan Nasional

Dalam laporan terbaru, prevalensi masalah kesehatan jiwa menunjukkan bahwa masalah mental pada kelompok usia lebih dari 15 tahun menjadi salah satu dari 10 penyakit tertinggi di Indonesia.

Yunita Arihandayani menjelaskan, "Terkait data gangguan depresi, rata-rata nasional 1,4 persen, DKI Jakarta sedikit lebih tinggi, 1,5 persen."

Hal ini menegaskan bahwa Jakarta menghadapi tantangan serius di bidang kesehatan mental, khususnya dibandingkan dengan provinsi lain.

Jawa Barat teridentifikasi sebagai daerah dengan angka prevalensi tertinggi yaitu sebesar 4,4 persen, diikuti oleh DKI Jakarta yang mencatat 2,2 persen.

Tantangan dalam Mencari Pengobatan

Meski angka kasus kesehatan jiwa cukup signifikan, Yunita mencatat bahwa hanya sedikit orang yang berinisiatif untuk mencari bantuan profesional.

Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya

Hanya 0,7 persen individu dengan gangguan kecemasan dan 12,7 persen orang dengan depresi yang melakukan pengobatan.

Kekurangan kesadaran diri serta stigma negatif mengenai kesehatan mental menjadi salah satu penghalang utama.

Yunita mengungkapkan, "Misalnya, sering dibilang orang yang sedih terus, orang yang enggak punya semangat, dibilang kurang kuat iman."

Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Jiwa

Kementerian Kesehatan memangkas stigma ini dengan mendorong masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan jiwa sebagai langkah deteksi dini.

Yunita mengatakan, "Ketika tidak mencari pengobatan, dibiarkan depresi, ringan awalnya, tapi kemudian jadi semakin parah."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Depresi di Jakarta: Angka Prevalensi Mengkhawatirkan dan Tantangan Pengobatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!