BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:35 WIB

Mitos Penggunaan 10% Otak: Memahami Fakta di Balik Kesalahpahaman Populer

Mitos Penggunaan 10% Otak: Memahami Fakta di Balik Kesalahpahaman PopulerMitos Penggunaan 10% Otak: Memahami Fakta di Balik Kesalahpahaman Populer

Mitos bahwa manusia hanya menggunakan 10% dari otaknya telah beredar luas, tetapi sebenarnya, bagaimana kebenarannya? Penelitian neurosains menunjukkan bahwa klaim ini tidak berdasar dan tidak mencerminkan kompleksitas fungsi otak manusia.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Banyak orang percaya bahwa sisa otak yang tidak 'terpakai' dapat menghasilkan kemampuan luar biasa jika dimanfaatkan sepenuhnya. Namun, berbagai studi mengkonfirmasi bahwa setiap bagian otak memiliki peranan yang krusial dalam aktivitas sehari-hari.

Asal Usul Mitos 10%

Mitos bahwa manusia hanya menggunakan 10% dari otaknya tampaknya muncul pada awal abad ke-20. Ide ini sering kali dihubungkan dengan kutipan dari tokoh-tokoh terkenal, meskipun belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Beberapa spekulasi terkait asal mula mitos ini mencakup kesalahpahaman tentang penelitian neurologi awal yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami pada saat itu.

Penting juga dicatat bahwa propaganda dari film dan budaya pop telah memperkuat mitos ini, sehingga menjadi semakin dikenal umum.

Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan

Apa Kata Ilmu Pengetahuan?

Penelitian neurosains modern menunjukkan bahwa hampir setiap area otak memiliki fungsi tertentu. Misalnya, berbagai area otak berperan dalam aktivitas seperti berbicara, bergerak, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

"Tidak ada satu bagian otak yang fungsional yang bisa diabaikan," ujar Dr. Barbara Lipska, seorang neuroscientist dari National Institute of Mental Health.

Teknologi pemindaian otak, seperti fMRI, memperlihatkan bahwa kita tidak hanya menggunakan sebagian kecil otak kita; aktivitas otak berlangsung di berbagai wilayah yang berbeda, tergantung pada tugas yang sedang dilakukan.

Apa Artinya Ini Untuk Kita?

Mitos ini dapat menimbulkan kesalahpahaman besar tentang potensi manusia. Keyakinan bahwa kemampuan individu sudah terbatas dapat mengurangi motivasi untuk belajar dan berkembang.

Institusi pendidikan juga bisa terpengaruh oleh kepercayaan ini, yang dapat menghambat pemahaman yang tepat tentang fungsi otak kepada mahasiswa.

Dengan menyadari bahwa otak kita aktif dalam berbagai aspek, hal ini dapat memotivasi individu untuk terus belajar dan merangsang area otak yang berbeda, sehingga meningkatkan kemampuan kognitif.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan di Rapat Komisi DPR Soal Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mitos Penggunaan 10% Otak: Memahami Fakta di Balik Kesalahpahaman Populer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!