Kebijakan Visa Baru AS: Dampak Pada Pemohon dengan Kondisi Kesehatan Tertentu
Kebijakan visa Amerika Serikat baru saja mengalami pengetatan yang berpotensi memengaruhi pemohon dengan kondisi kesehatan tertentu. Langkah ini diambil setelah instruksi dari pemerintahan Donald Trump yang menekankan penolakan bagi mereka yang dinilai dapat membebani sistem kesehatan AS.
Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan instruksi yang meminta petugas konsuler untuk memberikan perhatian khusus kepada pemohon visa dengan masalah kesehatan yang dapat menambah biaya perawatan. Obesitas, yang sering kali terkait dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan pernapasan, menjadi sorotan utama dalam kebijakan ini.
Kebijakan ini menekankan penolakan terhadap pemohon yang memiliki risiko kesehatan tinggi yang dianggap dapat membebani sistem kesehatan di Amerika. Dengan memperhitungkan biaya perawatan jangka panjang, kebijakan ini menunjukkan adanya pergeseran dalam cara AS menerima imigran berdasarkan status kesehatan mereka.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Reaksi negatif muncul dari masyarakat dan pegiat kesehatan terkait kebijakan ini. Erin Corcoran dari Universitas Notre Dame berkomentar bahwa kebijakan tersebut tidak mencerminkan fakta bahwa tidak semua imigran menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, karena tidak ada cukup bukti untuk mendukung pernyataan tersebut.
Barry M. Popkin juga memberi catatan bahwa kebijakan ini berpotensi memperburuk ketidakadilan untuk kelompok minoritas yang memiliki risiko diabetes yang sama dengan orang lain, namun mungkin tidak memenuhi ambang batas tertentu dalam indeks massa tubuh (BMI).
Di tengah kontroversi, Departemen Luar Negeri menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan pemohon visa mampu membiayai perawatan medis mereka sendiri. Hal itu dimaksudkan agar mereka tidak menjadi beban bagi pembayar pajak, sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang untuk fokus pada kesejahteraan warga negara AS.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan bahwa selama lebih dari seratus tahun, Departemen Luar Negeri telah memiliki hak untuk menolak pemohon visa yang mungkin akan memanfaatkan layanan kesehatan publik yang dibiayai oleh pemerintah.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: