BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 18:09 WIB

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru untuk Pasien Manusia

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru untuk Pasien ManusiaKemajuan Transplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru untuk Pasien Manusia

Para dokter di NYU Langone Health telah melaporkan kemajuan signifikan dalam upaya menjadikan transplantasi ginjal babi sebagai opsi real untuk pasien manusia.

Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan

Studi baru ini mengemuka di tengah meningkatnya kebutuhan akan donor ginjal yang tidak dapat terpenuhi oleh ketersediaan yang ada.

Upaya Transplantasi dan Tantangan Imunologi

Xenotransplantasi, proses transplantasi organ lintas spesies, dihadapkan pada tantangan utama berupa penolakan organ oleh sistem imun manusia.

Keterbatasan donor ginjal yang ada menjadikan penelitian atas organ babi sangat relevan dan mendesak, mengingat meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan transplantasi.

Dua studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature baru-baru ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang metode pencegahan penolakan ginjal babi yang telah dimodifikasi.

Detail Uji Coba Terbaru

Dalam penelitian yang dilaporkan oleh BBC, tim dokter NYU berhasil melakukan transplantasi ginjal babi yang telah dimodifikasi genetik ke dalam tubuh Maurice Miller, seorang donor otak mati berusia 57 tahun.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Miller, yang sebelumnya ingin menyumbangkan organ, tidak dapat melakukannya karena riwayat kanker, namun keluarganya setuju untuk menyumbangkan seluruh tubuhnya untuk penelitian.

Selama 61 hari, tubuh Miller diawetkan dengan ventilator, di mana tim peneliti mengambil biopsi ginjal dan memantau darah serta jaringan lainnya secara berkala.

Kemajuan dalam Imunosupresi

Selama penelitian, terjadi dua kali episode penolakan terhadap ginjal, tetapi penolakan tersebut untuk pertama kalinya dapat dikendalikan dengan obat yang ada, memungkinkan ginjal tetap berfungsi.

Dr. Robert Montgomery, peneliti utama, menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan jenis obat imunosupresif yang paling efektif bagi penerima organ babi di masa mendatang.

"Ini adalah pertama kalinya kita benar-benar bisa memahami episode penolakan ginjal babi dari awal sampai akhir pada tubuh manusia," kata Montgomery.

Riset ini menjadi tonggak penting setelah sejumlah kemajuan sebelumnya, termasuk kasus pasien hidup bernama Tim Andrews, yang berhasil bertahan dengan ginjal babi selama 271 hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru untuk Pasien Manusia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!