BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 15:51 WIB

Pembatasan Pengaruh Game Online: Langkah Awal Menuju Pendidikan yang Lebih Sehat

Pembatasan Pengaruh Game Online: Langkah Awal Menuju Pendidikan yang Lebih SehatPembatasan Pengaruh Game Online: Langkah Awal Menuju Pendidikan yang Lebih Sehat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembatasan pengaruh game online menyusul insiden ledakan di SMA 72 Jakarta baru-baru ini.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple

Organisasi pendidikan diharapkan lebih waspada terhadap dampak permainan digital dan perundungan di kalangan siswa.

Pengaruh Game Online terhadap Perilaku Siswa

Dalam rapat terbatas di kediaman Presiden di Jakarta Selatan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa game online seperti PUBG dapat berpengaruh besar terhadap perilaku siswa.

Prasetyo menegaskan bahwa kekerasan yang terdapat dalam permainan tersebut bisa dengan mudah dipelajari oleh anak-anak, berpotensi menimbulkan perilaku agresif.

Ia mengatakan, "Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi."

Baca juga: Sarapan Sehat: Kunci Performansi Optimal Petinju

Sikap Pengamat Terhadap Arahan Presiden

Trubus Rahadiansyah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter dan peran orang tua dalam mengawasi anak-anak.

Ia menyatakan bahwa arahan Presiden bukanlah untuk melarang anak-anak bermain game, tetapi untuk memastikan bahwa aktivitas tersebut tidak berdampak negatif. "Game online tidak bisa dihapuskan, tapi bisa diatur agar tidak membentuk perilaku agresif, adiktif, atau asosial," jelasnya.

Lebih jauh, Trubus menekankan perlunya kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Sosial dalam menciptakan mekanisme pengawasan konten game.

Solusi untuk Mengatasi Kecanduan Game

Trubus juga mengusulkan pendekatan rehabilitatif bagi anak-anak yang sudah kecanduan game, mendorong agar mereka diarahkan ke kegiatan positif ketimbang dihukum.

Ia menyarankan agar program digital parenting dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, sehingga orang tua dan pendidik dapat memberikan bimbingan yang lebih efektif.

Trubus menegaskan bahwa anak-anak yang mengalami kecanduan game perlu dukungan sosial untuk pemulihan, "Mereka harus dirangkul dan diarahkan, bukan ditakut-takuti."

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pembatasan Pengaruh Game Online: Langkah Awal Menuju Pendidikan yang Lebih Sehat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!