BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 23:47 WIB

Rasa Iri dan Dendam dalam Konteks Sosial Budaya Indonesia

Rasa Iri dan Dendam dalam Konteks Sosial Budaya IndonesiaRasa Iri dan Dendam dalam Konteks Sosial Budaya Indonesia

Rasa iri sering kali berkembang menjadi emosi yang lebih gelap, seperti dendam, yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam konteks budaya Indonesia, banyak yang percaya bahwa rasa dendam dapat diekspresikan melalui praktik negatif seperti santet.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?

Rasa Iri dan Proses Psikologis di Baliknya

Iri hati adalah emosi umum yang dapat muncul ketika seseorang merasa kurang dibandingkan orang lain. Dalam banyak kasus, rasa iri dapat menjadi motivasi untuk berubah, tetapi pada titik tertentu bisa bertransformasi menjadi dendam.

Dalam psikologi, rasa iri dapat dihubungkan dengan rendahnya rasa percaya diri dan kekecewaan. Ini menunjukkan bahwa individu yang merasa terancam oleh keberhasilan orang lain cenderung lebih rentan terhadap emosi negatif.

Ketika rasa iri tidak dikelola, ia memicu reaksi fisiologis yang bisa berujung pada perilaku agresif. Proses ini adalah bagian dari mekanisme pertahanan psikologis yang dipicu oleh rasa terancam.

Dendam Sebagai Ekspresi Emosi Negatif

Dendam, sebagai lanjutan dari rasa iri, sering memasuki ranah yang lebih gelap dalam psikologi manusia. Saat seseorang memutuskan untuk mengekspresikan dendam, seringkali ada keinginan untuk melihat orang lain menderita.

Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut

Fenomena ini tidak hanya terjadi di lingkungan sosial, tetapi juga di ranah budaya. Praktik santet, misalnya, hanya salah satu dari banyak ekspresi dendam dalam budaya Indonesia yang berakar pada kepercayaan dan tradisi.

Psikolog mengamati bahwa tindakan merugikan orang lain sering kali lebih berkaitan dengan ketidakberdayaan daripada kekuatan. Dalam banyak kasus, mereka yang merasa iri berusaha mencari pengakuan melalui cara yang merusak.

Praktik Santet dan Implikasinya dalam Masyarakat

Di Indonesia, santet menjadi salah satu cara yang dianggap efektif untuk mengekspresikan dendam. Masyarakat percaya bahwa dengan mengirimkan energi negatif, seseorang dapat menyakiti orang lain secara fisik dan mental.

Namun, dampak psikologis dari praktik ini tidak bisa diabaikan. Ketakutan akan santet dapat menciptakan rasa cemas dan paranoia di antara individu, yang membuat hubungan sosial semakin buruk.

Psikologi positif mendorong individu untuk menemukan cara lain dalam mengatasi rasa iri dan dendam, seperti dengan melakukan refleksi diri dan meningkatkan rasa syukur. Ini adalah alternatif yang lebih sehat dibandingkan dengan ilusi kekuatan yang dihasilkan dari praktik negatif.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rasa Iri dan Dendam dalam Konteks Sosial Budaya Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!