BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 13:27 WIB

Anemia Defisiensi Besi: Memahami Penyebab dan Dampaknya

Anemia Defisiensi Besi: Memahami Penyebab dan DampaknyaAnemia Defisiensi Besi: Memahami Penyebab dan Dampaknya

Anemia defisiensi besi adalah kondisi medis yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam tubuh, yang penting untuk memproduksi sel darah merah yang sehat.

Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu

Kekurangan ini dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari kelelahan hingga kesulitan berkonsentrasi pada individu yang mengalaminya.

Apa Itu Anemia Defisiensi Besi?

Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan atau tidak mampu menyerapnya dengan baik. Zat besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kekurangan zat besi menyebabkan produksi sel darah merah terhambat, sehingga jumlah sel darah merah yang ada di dalam tubuh jauh lebih sedikit dari yang seharusnya. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan jumlah oksigen yang cukup untuk berfungsi secara optimal.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Gejala Anemia Defisiensi Besi

Gejala anemia defisiensi besi biasanya dimulai secara perlahan dan dapat bervariasi dari individu ke individu. Beberapa gejala umum yang sering kali muncul termasuk kelelahan ekstrem, kulit pucat, serta sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.

Individu yang mengalami anemia ini juga mungkin merasakan detak jantung yang cepat atau tidak teratur, serta peningkatan keinginan untuk mengonsumsi benda non-makanan seperti tanah atau es, yang dikenal sebagai pica.

Siapa yang Rentan Terkena?

Beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia defisiensi besi. Wanita hamil, misalnya, membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung perkembangan janin, sementara remaja yang sedang tumbuh juga memerlukan asupan zat besi tambahan.

Selain itu, orang yang memiliki gangguan pencernaan yang menghambat penyerapan zat besi lebih rentan terhadap kondisi ini. Diet yang rendah zat besi, terutama pada vegetarian atau vegan yang tidak memantau asupan mereka secara baik, juga dapat meningkatkan risiko terkena anemia.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Anemia Defisiensi Besi: Memahami Penyebab dan Dampaknya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!