BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 23 JUNI 2025 • 05:11 WIB

Kemenkes Laporkan Kasus Infeksi Virus Hanta di Indonesia

Kemenkes Laporkan Kasus Infeksi Virus Hanta di IndonesiaGenerated by Journalist AI

tastetrip.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa hingga 19 Juni 2025, terdapat delapan kasus infeksi virus Hanta di Indonesia. Semua pasien terinfeksi telah dinyatakan sembuh, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus ini.

Virus Hanta ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus, dan penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urine, feses, atau air liur. Penting bagi masyarakat untuk memahami cara menghindari serta mengenali gejala infeksi virus ini.

Apa Itu Virus Hanta?

Virus Hanta adalah virus yang dapat menginfeksi manusia melalui hewan pengerat. Penularan terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan partikel yang terkontaminasi dari urine, feses, atau air liur tikus.

Berdasarkan data dari Kemenkes, ada dua tipe infeksi virus Hanta, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Di Indonesia, hanya tipe HFRS yang ditemukan pada pasien yang dilaporkan.

Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, menegaskan pentingnya pengenalan virus ini agar masyarakat dapat lebih waspada.

Cara Menghindari Virus Hanta

Untuk mencegah penularan virus Hanta, Kemenkes menyarankan masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu langkahnya adalah dengan tidak menyentuh tikus, baik hidup maupun mati, tanpa menggunakan alat pelindung.

Masyarakat juga disarankan untuk menyimpan makanan dalam wadah tertutup agar terhindar dari kontaminasi. Selain itu, rutin membersihkan area yang berisiko menjadi sarang tikus sangat penting, seperti di gudang atau dapur.

Mengamankan akses masuk tikus ke dalam rumah dengan menutup celah di pintu dan jendela juga merupakan langkah krusial. Aji Muhawarman menekankan bahwa perlindungan diri sangat penting bagi kelompok pekerja yang berisiko tinggi terpapar virus ini.

“Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta gunakan alat pelindung diri bagi pekerja yang berisiko kontak dengan hewan pengerat untuk mencegah penyakit virus Hanta,” ujar Aji.

Gejala Infeksi Virus Hanta

Gejala infeksi virus Hanta umumnya mirip dengan gejala flu, tetapi dapat berkembang menjadi lebih serius. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas.

Kemenkes menyebutkan bahwa penanganan untuk pasien infeksi virus Hanta bersifat suportif. Saat ini, belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan infeksi virus ini, walaupun semua pasien yang terdaftar telah dinyatakan sembuh.

Walaupun semua pasien sembuh, masyarakat tetap dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat sifat virus yang menular dari hewan ke manusia, penerapan langkah pencegahan dan edukasi sangat penting untuk mengurangi risiko penyebaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemenkes Laporkan Kasus Infeksi Virus Hanta di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!