Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 22:14 WIB

Fenomena Astronomi Menakjubkan di Langit November 2025

Author

Fenomena Astronomi Menakjubkan di Langit November 2025

November 2025 diprediksi akan menjadi bulan yang menarik bagi pengamat langit dengan serangkaian fenomena astronomi yang langka.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?

Dari supermoon hingga hujan meteor, berbagai peristiwa langit akan menghiasi malam, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pecinta langit.

Fenomena Utama Langit November

Pada 5 November 2025, fenomena supermoon beaver moon akan menghiasi langit. Pada saat ini, Bulan berada dalam fase purnama dan terdekat dengan Bumi, membuatnya tampak lebih besar dan cerah dari biasanya.

Istilah 'beaver moon' berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika yang menandai masa menangkap berang-berang di awal musim dingin. Pengamatan terbaik dapat dilakukan setelah matahari terbenam hingga menjelang tengah malam.

Selain itu, hujan meteor Taurid diperkirakan akan aktif dari 4 hingga 5 November, dengan puncaknya muncul dari arah rasi bintang Taurus. Walaupun puncaknya terjadi dalam periode ini, cahaya bulan purnama dapat mengurangi visibilitas meteor yang muncul.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda

Puncak Hujan Meteor dan Fase Bulan

Hujan meteor Taurid Utara akan mencapai puncaknya pada 12 November 2025, memberikan kilatan dari debu Komet Encke. Waktu pengamatan terbaik adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar, meskipun kondisi cuaca dapat memengaruhi visibilitas.

Pada 17 November, hujan meteor Leonid akan memasuki waktu puncak. Meskipun tahun ini badai besar tidak diprediksi, para pengamat masih dapat melihat puluhan meteor melintas dengan cepat di langit malam.

Bulan berikutnya, pada 20 November, akan berada dalam fase new moon. Pada saat ini, permukaan Bulan tidak terkena cahaya Matahari, sehingga tampak redup dan ideal untuk mengamati objek langit lainnya.

Akhir Bulan yang Menakjubkan

Menjelang akhir bulan, pada 28 November, hujan meteor Orionid akan terlihat. Fenomena ini berasal dari debu komet Halley dan dikenal dengan kecepatannya yang tinggi, memungkinkan pengamat untuk melihatnya dengan mata telanjang.

Pada tanggal yang sama, Saturnus akan mengakhiri fase retrograde-nya. Setelah beberapa bulan terlihat bergerak mundur, Saturnus akan kembali ke lintasan normal, yang menjadikannya waktu ideal untuk pengamatan teleskop.

Untuk memastikan pengalaman pengamatan yang optimal, penting untuk memilih lokasi jauh dari polusi cahaya dan menggunakan aplikasi peta bintang. Selain itu, memperhatikan kondisi cuaca juga penting untuk menyaksikan keindahan langit dengan jelas.

Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU