Ducati melalui manajernya, Davide Tardozzi, mengkritik keras keputusan penalti yang dijatuhkan kepada Marc Marquez dalam MotoGP Thailand 2026. Menurut mereka, penalti tersebut tak mencerminkan situasi yang nyata di lintasan balap.
Baca juga: Menciptakan Suasana Cozy di Kamar Kecil
Insiden yang terjadi pada Sprint Race di Sirkuit Buriram tersebut dinilai secara signifikan mempengaruhi hasil balapan, dengan Pedro Acosta merebut podium pertama setelah rivalnya tersebut dijatuhi hukuman.
Insiden di Sprint Race
Pada Sprint Race di Sirkuit Buriram, Pedro Acosta menunjukkan performa dominan dengan waktu 1 menit 39,155 detik. Persaingan sengit terjadi antara Acosta dan Marquez, yang keduanya berusaha keras merebut posisi terdepan.
Insiden bermula saat Marquez mencoba menyalip Acosta pada lap terakhir. Persinggungan antara keduanya menyebabkan steward menjatuhkan penalti pada Marquez, yang bersamaan dengan itu memberi keuntungan bagi Acosta.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda
Reaksi Davide Tardozzi
Davide Tardozzi menyatakan bahwa keputusan kepada Marquez adalah tindakan yang tidak adil. Ia menekankan, "Marc tidak menyentuh Pedro, ia juga tidak keluar dari lintasan. Menurut saya, hal ini tidak adil. Saya yakin Acosta pun akan melakukan hal yang sama,”.
Tardozzi menyoroti bahwa insiden seperti ini umum terjadi dalam balapan, dan seharusnya dianggap sebagai sebuah persaingan. Ia menegaskan bahwa keputusan steward harus lebih adil dan konsisten untuk menjaga integritas kompetisi.
Persiapan untuk Balapan Utama
Setelah insiden tersebut, perhatian tertuju pada balapan utama yang dijadwalkan pada tanggal 1 Maret 2026. Balapan ini diharapkan akan menghadirkan persaingan yang lebih menegangkan dan menarik bagi para pecinta MotoGP.
Dengan adanya penalti untuk Marquez, banyak pengamat yang penasaran bagaimana ia akan beradaptasi dalam balapan mendatang. Berdasarkan pengalaman dan prestasi sebelumnya, diharapkan Marquez dapat memberikan performa yang optimal.
Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: