Seorang mahasiswi berinisial F (23) dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim (UIN Suska) mengalami tindakan pembacokan oleh seorang pria berinisial R (21). Insiden ini terjadi menjelang sidang skripsi yang seharusnya menjadi momen berharga bagi korban.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Saat ini, F telah menjalani operasi untuk mengatasi luka pada kaki dan dahi, dan dokter memastikan bahwa kondisinya stabil meski dalam masa pemulihan.
Detail Operasi dan Kondisi Korban
F menjalani operasi pada Kamis, 26 Februari 2026, untuk menangani luka serius akibat pembacokan. Dr. Nadia dari RSUD Arifin Achmad menjelaskan, 'Kondisinya stabil dalam kesadaran penuh, cuma untuk komunikasi masih terbatas.'
Operasi ini difokuskan pada bagian kaki dan dahi yang terkena luka. Proses penyembuhan membutuhkan waktu, dan F akan terus diamati di rumah sakit untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.
Dalam tahap pemulihan ini, beberapa tim medis akan turut serta untuk mengawasi keadaan fisik dan mental korban. Keluarga diharapkan selalu mendampingi untuk membantu proses pemulihan.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Proses Hukum dan Penetapan Tersangka
Kasus ini menarik perhatian banyak pihak, memicu langkah cepat dari kepolisian yang menetapkan R sebagai tersangka. Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta menjelaskan, 'Untuk tersangkanya juga sudah dilimpahkan, ditahan di Rutan Polresta Pekanbaru.'
Motif dari tindakan kekerasan ini diindikasi berkaitan dengan masalah asmara. Kombes Muharman menambahkan, 'Motifnya sementara masih motif asmara, pengakuan tersangka,' menunjukkan bahwa tindakan ini bukanlah murni tiba-tiba.
Kepolisian kini mendalami lebih lanjut kejadian tersebut untuk menemukan keterangan yang lebih akurat dari saksi-saksi, guna mengetahui sepenuhnya latar belakang kasus ini.
Kronologi Kejadian
Insiden pembacokan berlangsung di lantai dua Fakultas Syariat dan Ilmu Hukum UIN Suska. Korban, F, sedang menunggu giliran sidang skripsi ketika pelaku R mendekatinya dan secara tiba-tiba melakukan pembacokan dengan senjata tajam.
Kapolresta mengungkapkan, 'Perencanaan dibuktikan dengan senjata tajam yang sudah dia bawa dari rumah, jadi masuk unsur perencanaan.' Ini menunjukkan bahwa pelaku telah mempersiapkan aksi tersebut sebelum kejadian berlangsung.
Pihak kepolisian mengimbau agar mahasiswa tetap waspada dalam lingkungan kampus dan melaporkan segala tindakan mencurigakan untuk menjaga keamanan bersama.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: